Indonesia Butuh Rp40 M untuk Bersihkan Sampah Plastik di Laut

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 05 Dec 2017 12:52 WIB
maritim dan kelautan
Indonesia Butuh Rp40 M untuk Bersihkan Sampah Plastik di Laut
Indonesia didesak untuk membuat kebijakan penanggulangan sampah plastik di laut (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Indonesia masuk dalam daftar kedua terbesar negara produksi sampah plastik. Karenanya, Indonesia didesak untuk membuat kebijakan penanggulangan sampah plastik di laut.
 
Deputi Menteri bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinasi Maritim Indonesia Havas Oegroseno menuturkan bahwa Indonesia membutuhkan bantuan berupa dana untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini dimaksudkan pada sektor swasta yang menyumbang sampah plastik terbesar.
 
"Kami (Indonesia) membutuhkan USD3 juta untuk bisa membersihkan solid waste (sampah) di laut. Dan kita butuh dana, terutama dari private sectors (swasta)," ungkap Havas dalam seminar CSEAS mengenai sampah plastik di laut, Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.
 
Meski demikian, dia menuturkan Indonesia telah secara aktif melakukan program untuk menanggulangi sampah plastik di dalam negeri. Salah satunya dengan program kantong plastik berbayar di setiap supermarket dan minimarket.
 
Untuk saat ini, ujar Havas, Bank Dunia membantu Indonesia dalam menyelesaikan masalah tersebut. Sudah ada program dengan Bank Dunia, termasuk dengan beberapa negara sahabat untuk melindungi laut Indonesia dari sampah plastik.
 
Kuasa Usaha Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, Hendrik Barkeling, sampah plastik ini tak hanya menjadi masalah Indonesia, namun juga seluruh dunia. Di benua Amerika misalnya, baru-baru ini ditemukan seekor paus terdampar yang telah mati.
 
Saat dibedah, isi perut paus itu dipenuhi kantong plastik. "Karenanya, sampah plastik ini merupakan masalah bersama yang harus kita selesaikan bersama juga," imbuhnya.
 
Sebanyak 80 persen sampah plastik berasal dari daratan karena itu, penggunaannya diharapkan bisa dibatasi di Indonesia.



(FJR)