Puluhan Pejabat Jepang Kunjungi Kuil Kontroversial Yasukuni

Willy Haryono    •    Selasa, 05 Dec 2017 13:35 WIB
politik jepangperang dunia ii
Puluhan Pejabat Jepang Kunjungi Kuil Kontroversial Yasukuni
Pendeta Shinto memandu para pejabat Jepang yang datang ke Kuil Yasukuni di Tokyo, 5 Desember 2017. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Tokyo: Puluhan anggota parlemen Jepang mengunjungi kuil kontroversial Yasukun di Tokyo, Selasa 5 Desember 2017. Kuil ini dianggap Tiongkok dan Korea Selatan sebagai simbol kekejaman Jepang di era Perang Dunia II. 

Kunjungan petinggi Jepang ke Yasukuni dianggap Tiongkok dan Korsel sebagai bentuk penghinaan. 

Menurut keterangan pengurus kuil kepada AFP, tahun ini Perdana Menteri Shinzo Abe tidak datang dan juga tidak mengirimkan persembahan. Abe memang tidak pernah lagi datang ke Yasukuni demi menjaga hubungan baik dengan dua tetangganya, namun masih mengirim persembahan. 

Terakhir kalinya PM Abe datang ke Yasukuni adalah Desember 2013. Ketika itu, Tiongkok dan Korsel marah besar.

Dari deretan pejabat yang datang ke Yasukuni hari ini, tidak ada satu pun yang merupakan menteri. Total pejabat yang datang berjumlah 61, sebagian besar dari Partai Demokratik Liberal pimpinan PM Abe. 

Jepang menyebut Yasukuni dibangun untuk menghormati jutaan warganya yang tewas di zaman perang. Dari jutaan prajurit itu, beberapa di antaranya adalah tokoh militer dan politik yang didakwa kejahatan perang. 

"Saya berdoa semoga tidak ada lagi orang yang perlu dikenang di sini," ujar mantan anggota parlemen Hidehisa Otsuji, merujuk pada kemungkinan meletusnya perang antara Amerika Serikat dengan Korea Utara. 

Kunjungan ke Yasukuni dilakukan di tengah ketegangan atas program nuklir dan misil Korut. Pekan lalu, Pyongyang meluncurkan misil balistik antarbenua yang diklaimnya sebagai "versi tercanggih" sejauh ini. 

PM Abe dan para nasionalis lainnya menegaskan Yasukuni hanya sebagai tempat untuk mengenang prajurit. Ia membandingkan Yasukuni dengan Pemakaman Nasional Arlington di Amerika Serikat.


(WIL)