Korsel dan AS Mulai Latihan Gabungan Angkatan Udara

Willy Haryono    •    Senin, 04 Dec 2017 09:02 WIB
korea utararudal korut
Korsel dan AS Mulai Latihan Gabungan Angkatan Udara
Pesawat jet tempur siluman F-35B milik AS dan F-15K milik Korsel berlatih bersama di langit Korsel, 31 Agustus 2017. (Foto: AFP/South Korean Defence Ministry)

Seoul: Korea Selatan dan Amerika Serikat memulai latihan gabungan angkatan udara pada Senin 4 Desember 2017, sepekan setelah Korea Utara mengklaim telah menguji coba misil balistik antarbenua.

Seperti dilansir Channel News Asia, latihan gabungan bertajuk Vigilant Ace ini akan berlangsung hingga Jumat mendatang. Dari 230 pesawat yang terlibat latihan, enam di antaranya adalah jet siluman F-22 Raptor. 

Menurut keterangan juru bicara angkatan udara AS di Korsel, jet tempur F-35 juga akan ikut serta dalam  Vigilant Ace. Sementara personel militer AS yang mengikuti latihan ini berjumlah sekitar 12 ribu, termasuk dari Angkatan Laut dan Darat.

Media lokal Korsel melaporkan pesawat pengebom B-1B Lancer juga dimungkinkan hadir dalam latihan. Jubir Angkatan Udara AS belum dapat mengonfirmasi laporan tersebut. 

Latihan gabungan didesain untuk meningkatkan kesiapan dan kapabilitas operasional militer dua negara dalam menjaga perdamaian serta keamanan di Semenanjung Korea. 

Akhir pekan kemarin, Pyongyang mengingatkan bahwa Vigilant Ace dapat memperburuk ketegangan saat ini ke titik berbahaya. 

Komite Reunifikasi Korut menyebut Presiden AS Donald Trump "gila" dan mengingatkan latihan ini "dapat mendorong situasi akut di Semenanjung Korea ke arah perang."

Sementara kantor berita KCNA, mengutip juru bicara kementerian luar negeri Korut, mengatakan bahwa pemerintahan Trump "seperti memancing adanya perang nuklir dengan melakukan pertaruhan berbahaya di Semenanjung Korea."



(WIL)