Tetangga Sebut Adelina Tidur Hanya Beralaskan Tikar

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 14 Feb 2018 20:32 WIB
penganiayaan tki
Tetangga Sebut Adelina Tidur Hanya Beralaskan Tikar
Ilustrasi (Foto:Medcom.id)

Bukit Mertajam:  Para tetangga dari majikan Adelina Jemirah menduga ada yang tak beres saat melihat tenaga kerja Indonesia (TKI) tersebut tidur di samping anjing Rottweiler hitam. Mereka saat itu melihat perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut tidur hanya dengan beralaskan tikar jerami.

Salah satu tetangga melihatnya menghadapi gigitan nyamuk pada malam hari. Tetangga tersebut juga melihat luka bakarnya telah mengeluarkan nanah.

Melihat hal tersebut, Adelina berkali-kali ditanya mengenai kondisinya. Namun, dia tak merespons perrtanyaan itu.

"Kami berkali-kali mencoba menanyakan keadaannya. Kami mengatakan jika dia membutuhkan sesuatu. Namun dia tak pernah menanggapi," ujar salah seorang tetangga, seperti dilansir dari The Star, Rabu 14 Februari 2018.

"Dia hanya menggelengkan kepala, menunduk dan melangkah pergi. Kami berusaha membantunya. Namun, dia sepertinya takut sesuatu," imbuh dia.

Tetangga yang tak disebutkan namanya tersebut menuturkan Adelina sering berteriak sepanjang malam. Di mengingat perempuan berusia 26 tahun itu bisa tiga atau empat kali berteriak pada tengah malam.

Setelah beberapa lama, para tetangga tidak tahan melihat keadaan Adelina. Mereka menyelamatkan Adelina, mengeluarkannya dari rumah tersebut, dan membawanya ke kantor polisi.

Melihat kondisi wanita malang tersebut, Adelina dibawa ke rumah sakit di Bukit Mertajam. Sayangnya,  dia tidak lama kemudian meninggal dunia.

Senin lalu, jenasah Adelina diperiksa oleh pihak berwenang. Dia dilaporkan meninggal karena kegagalan beberapa organ akibat kurang darah.

Kemarin, seorang wanita 60 tahun ditangkap dari rumah tempat Adelina bekerja.  Dua anaknya, seorang pria 39 tahun dan perempuan 36 tahun sebelumnya ditahan dan dimintai keterangan.

Polisi Penang kini tengah menunggu hasil autopsi Adelina. "Kami tidak mengesampingkan dugaan kekerasan ini terjadi berbulan-bulan, namun kami masih menunggu hasil autopsi jenazah," tutur Kepala Polisi Penang Komisaris Datuk A. Thaiveegan.





(WAH)