RI Jajaki Kerja Sama Kendaraan Listrik dengan Tiongkok

   •    Rabu, 30 Jan 2019 13:01 WIB
indonesia-tiongkok
RI Jajaki Kerja Sama Kendaraan Listrik dengan Tiongkok
Pertemuan di Beijing, Tiongkok, dalam membahas investasi bidang smelter, nikel, baterei dan potensi kendaraan tenaga listrik roda empat dan roda dua di Indonesia. (Foto: KBRI Beijing)

Beijing: Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan kendaraan listrik nasional. Komponen terpenting dalam upaya membangun kendaraan listrik tersebut adalah baterai.

Ketiadaan perusahaan yang memproduksi baterai di Indonesia membuat harga komoditas tersebut di dalam negeri cukup mahal. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR RI/Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Bapak Agus Hermanto, dalam kesempatan bertemu dengan Duta Besar RI, Bapak Djauhari Oratmangun di Wisma Duta di Beijing, Tiongkok.

"Padahal kita memiliki cadangan nikel yang cukup tinggi, sebagai bahan baku pembuatan baterai. Kita juga telah memiliki smelter-nya," lanjutnya dalam sambutan di hadapan seluruh staf KBRI Beijing, perwakilan BUMN di Beijing dan mahasiswa Indonesia di Beijing, dalam rilis yang diterima Medcom.id, Rabu 30 Januari 2019.

Oleh karena itu, dalam kesempatan pertemuan dengan Mr. Li Bin, Vice Chairperson of the 13th National Committee of the Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCCC), yang merupakan lembaga penasihat legislatif, Wakil Ketua DPR RI menyampaikan komitmen Indonesia dalam memperkuat kendaraan bermotor listrik dan mendorong kerja sama dengan Tiongkok dalam pengembangannya. Kerja sama dengan Tiongkok, selaku salah satu negara yang terdepan dalam pengembangan kendaraan listrik perlu dijajaki.

Dalam kunjungan ke Beijing, delegasi DPR RI telah melaksanakan pertemuan dengan tiga perusahaan Konsorsium Morowali yaitu GEM, Tsinghan Group, dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) pada 23 Januari 2019  terkait investasi sektor smelter nikel dan stainless steel serta pengembangan rantai industri nikel menjadi produk turunan baterai listrik, komponen utama dari kendaraan listrik.

Tsinghan Group melalui PT Indonesia Morowali Industrial Park telah melakukan investasi USD5 miliar di Provinsi Sulawesi Tengah untuk smelter nikel dan stainless steel. Sebelumnya, delegasi juga telah melakukan pertemuan dengan Beijing New Energy Vehicles (NEV’s) Technology Innovation Centre (BAIC-BJEV) terkait potensi kendaraan roda empat dan roda dua bertenaga listrik di Indonesia.

Sementara itu, Dubes Djauhari dalam pidatonya menyambut baik kunjungan delegasi DPR RI untuk pengembangan hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok di berbagai bidang. Terkait rencana penggunaan kendaraan bermotor tenaga listrik di Indonesia, Dubes Djauhari berkesempatan menunjukkan kendaraan bermotor roda dua bertenaga listrik buatan PT United Bike yang telah masuk ke pasar di Tiongkok.

Dubes Djauhari bahkan sempat mendemonstrasikan berkendara dengan motor tersebut dan membonceng Wakil Ketua DPR RI. Pengembangan kendaraan listrik merupakan salah satu komitmen pemerintah demi menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29% pada 2030. Selain itu, pengembangannya juga ditujukan untuk menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat.

Dalam kunjungannya ke Beijing tersebut, Wakil Ketua DPR RI didampingi Ketua Komisi V, Bapak Fary Djemy Francis; Wakil Ketua Komisi I, Bapak Satya Widha Yudha; Anggota Komisi I, Bapak Darizal Basir; Anggota Komisi II, Bapak Muhammad Afzal Mahfuz; Anggota Komisi VI, Bapak Mukhlisin Sirot Marof; berkunjung ke Republik Rakyat Tiongkok.


(WIL)