Diplomasi Pertahanan Penting untuk Hindari Konflik di Kawasan

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 19 Dec 2018 09:11 WIB
kemenludiplomasi luar negeri
Diplomasi Pertahanan Penting untuk Hindari Konflik di Kawasan
Kepala BPPK Kementerian Luar Negeri RI Siswo Pramono ungkap pentingnya diplomasi pertahanan. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

Bandung: Diplomasi pertahanan sangat penting dilakukan dalam menjaga hubungan internasional. Pasalnya, dengan perubahan lanskap global dan peta geoekonomi di kawasan Asia Pasifik, diplomasi pertahanan dapat menjauhkan potensi konflik yang ada.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Siswo Pramono mengatakan Asia Tenggara memang tak ada konflik, namun ada potensi yang harus dikelola dengan baik.

"Di kawasan Asia Tenggara, meski relatif tidak ada konflik, namun terdapat potensi konflik yang perlu dikelola. ASEAN Regional Forum menjadi wadah untuk berdialog, bukan hanya bagi sesama negara anggota ASEAN namun juga menjadi jembatan kerja sama dengan negara-negara seperti Tiongkok dan Australia," kata dia dalam kuliah umum di Universitas Jenderal Achmad Jani (Unjani), Cimahi, Bandung, Selasa 18 Desember 2018.

Dihadapan 400 mahasiswa Unjani, Siswo mengatakan perubahan lanskap global saat ini memunculkan negara-negara kekuatan menengah baru. Ini, imbuh Siswo, berpotensi menimbulkan persaingan di masa depan dalam bidang pertahanan, termasuk Indonesia.

Menurut dia, lewat ASEAN Indonesia selalu aktif mengambil peran besar untuk mempromosikan dan merawat kerja sama demi mencegah dan menghapus potensi konflik di kawasan.

Kegiatan kuliah umum di beberapa universitas ternama ini menjadi bagian dari rangkaian acara DiploFest 2018. Sebelumnya kegiatan ini dilakukan di Yogyakarta dan Surabaya pada Oktober dan November lalu.

DiploFest merupakan wadah Kementerian Luar Negeri mempromosikan diplomasi Indonesia ke luar negeri kepada masyarakat, terlebih pelajar Indonesia.


(FJR)