Provinsi di Tiongkok Minta Kelas Bahasa Tibet Ditutup

Sonya Michaella    •    Selasa, 19 Feb 2019 12:07 WIB
tiongkoktibet
Provinsi di Tiongkok Minta Kelas Bahasa Tibet Ditutup
Warga TIbet. (Foto: AFP)

Beijing: Salah satu provinsi di Tiongkok, Qinghai, meminta agar kelas bahasa informal di Tibet segera ditutup. Pemerintah provinsi juga melarang anak-anak sekolah mengikuti kelas tersebut. 

Kelas Bahasa Tibet ini biasanya dibuka selama liburan sekolah musim dingin. Populasi di Qinghai sendiri umumnya memeluk agama Buddha dan mayoritas adalah orang Tibet. 

Dilansir dari media Channel News Asia, Selasa 19 Februari 2019, kelas bahasa ini cukup populer di kalangan orang tua murid, sehingga mereka kerap memasukkan anak-anaknya saat liburan musim dingin ke kelas tersebut.  

Pelajaran itu diajarkan di vihara-vihara di provinsi yang berbatasan dengan Tibet. Mata pelajaran ini berada di luar kurikulum resmi.

Pemerintah Provinsi Qinghai menyebut kelas bahasa itu merupakan kelas ilegal. Ditambah, kelas-kelas itu menimbulkan beban keuangan bagi siswa dan keluarga mereka, dan juga melanggar peraturan kurikulum. 

"Menurut hukum Tiongkok, pendidikan dilakukan oleh pemerintah. Tidak ada organisasi atau individu yang dapat menggunakan agama sebagai sarana penghambat sistem pendidikan negara," ujar pemprov Qinghai. 

Sementara itu, para pengajar kelas Bahasa Tibet ini juga akan ditangani secara hukum. Peraturan soal pendidikan tersebut memang mengikuti dekrit yang sama yang dikeluarkan Partai Komunis Tiongkok.

Akibatnya, sejumlah organisasi-organisasi HAM menuduh Pemerintah Tiongkok mengekang kebebasan beragama dan hak berbudaya. Hingga kini belum ada tanggapan dari pemerintah pusat terkait hal ini. 


(WIL)


Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

2 weeks Ago

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Bernie Sanders memulai kampanye di tempat…

BERITA LAINNYA