Pengawas PBB Dicabut dari Daftar Teroris oleh Pengadilan Filipina

Arpan Rahman    •    Kamis, 09 Aug 2018 15:49 WIB
filipina
Pengawas PBB Dicabut dari Daftar Teroris oleh Pengadilan Filipina
Ilustrasi oleh Medcom

Manila: Pengadilan Filipina telah mencabut empat orang, termasuk pelapor hak asasi manusia PBB, dari daftar orang-orang yang dideklarasikan oleh pemerintah sebagai "teroris". Alasan pengadilan, kurangnya pembenaran untuk pencantuman mereka.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Kamis 9 Agustus 2018, Kementerian Kehakiman Filipina pada Maret meminta pengadilan agar menyatakan 600 orang yang diduga komunis menjadi "teroris", termasuk empat orang. Pernyataan itu muncul menyusul kegagalan dalam proses perdamaian antara pemerintah dan Partai Komunis Filipina dan sayap bersenjatanya, Tentara Rakyat Baru (NPA).
 
Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya memulai kembali proses perdamaian dengan pemberontak sayap kiri. Tetapi dia kemudian menyerukan upaya itu, menuduh para pemberontak menuntut terlalu banyak konsesi dan menyerang tentara.
 
Pengadilan menyebutkan dalam resolusi 14 halaman bahwa pemerintah tidak memiliki cukup alasan buat menyatakan sebagai teroris: pelapor khusus PBB tentang hak-hak masyarakat adat, Victoria Tauli Corpuz; pengacara hak asasi manusia, Jose Molintas; mantan anggota parlemen Satur Ocampo; dan pemimpin pemberontak, Rafael Baylosis, yang dibebaskan dari penjara untuk diajak dalam pembicaraan damai.
 
Keempatnya secara terpisah mengajukan petisi ke pengadilan terhadap inklusi mereka dalam daftar tersebut. Pejabat pemerintah tidak berkomentar langsung tentang keputusan pengadilan.
 
Sebuah kelompok bantuan hukum, Perhimpunan Pengacara Nasional (NUPL), menyambut baik putusan pengadilan yang mengatakan daftar itu dengan kaku dibuat oleh militer dalam 'ekspedisi memancing yang berbahaya' yang termasuk nama-nama palsu, entri berulang, dan orang-orang yang sudah mati.
 
Ocampo dan Baylosis menjadi bagian dari tim negosiasi pemberontak. Lebih dari 40.000 orang tewas dalam pemberontakan ala Maois. Negosiasi untuk mengakhiri pemberontakan telah dimulai dan disetop sejak ditengahi Norwegia pada 1986.


(FJR)