Laporan dari Singapura

Pertemuan Kim Jong-un dan Trump di Mata Warga

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 13 Jun 2018 18:21 WIB
kim jong-undonald trumpAmerika Serikat-Korea Utara
Pertemuan Kim Jong-un dan Trump di Mata Warga
Warga beraktivitas usai pertemuan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura (Foto: Marcheilla Ariesta).

Singapura: Pasca pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Singapura terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Baca juga: Dokumen Tanda Berakhirnya Pertemuan Trump-Kim Jong-un.

Warga tampak beraktivitas seperti biasanya. Mereka ada yang bekerja menggunakan sepeda, berjalan kaki ataupun menaiki otoped. Sementara situasi lalu lintas pun ramai lancar terutama di wilayah Clark Quay pada Rabu 13 Juni 2018.
 
Melihat pertemuan di Hotel Capella, Pulau Sentosa 12 Juni 2018 itu, warga berpikir merupakan sebuah hal cukup membanggakan bagi singapura.
 
Mereka berharap pertemuan tersebut berimbas kepada perdamaian dunia. Medcom.id pada Rabu 13 Juni 2018, sempat mewawancara seorang warga Amerika Serikat yang kebetulan bekerja di Singapura. Pria bernama Richard meluapkan rasa optimismenya mengenai pertemuan.
 
"Sangat luar biasa bagi Singapura menjadi tuan rumah pertemuan Korea Utara dengan Amerika Serikat. Ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Singapura," ujar Richard kepada Medcom.id.
 
"Kemarin mereka (Donald Trump dan Kim Jong-un) sepertinya sudah mencapai suatu kesepakatan yang menurut saya sangat positif bagi dunia," tuturnya.




Richard pun mengakui bahwa beberapa hari terakhir di Singapura ini sangat fantastis. Dirinya pun memiliki penilaian tersendiri atas kesepakatan yang dicapai antara Kim Jong-un dan Donald Trump.
 
"Saya rasa (dampaknya) tidak hanya Singapura ya, dampaknya ke seluruh dunia. Hal positif bagi Singapura adalah menjadi sorotan banyak media global berkumpul di sini. Mereka bisa melihat Singapura seperti apa, infrastrukturnya seperti apa saja," imbuh Richard.
 
Trump bersama Kim menandatangani dokumen yang berisi empat poin kesepakatan. Di antara empat poin utama yang disetujui kedua pemimpin negara, salah satunya mengenai denuklirisasi. Kemudian juga komitmen kedua negara untuk menjaga stabilitas di Semenanjung Korea.
 
Sementara itu, dua poin lainnya adalah AS dan Korut berkomitmen membangun hubungan baru. Hal ini sesuai dengan keinginan rakyat kedua negara untuk perdamaian dan kemakmuran.
 
Baca juga: Korut Komitmen Selesaikan Denuklirisasi di Semenanjung Korea.
 
AS dan Korut juga berkomitmen memulihkan hubungan dengan pemulangan segera para tahanan perang yang sudah diidentifikasi.
 
"Terkait pertemuan dan dokumen yang berisi empat poin, saya rasa imbasnya tidak terlalu terlihat untuk singapura secara spesifik. Dampak pertemuan dan dokumen lebih kepada perdamaian dunia via denuklirisasi," Richard menambahkan.
 
Bagi Richard pertemuan kemarin merupakan langkah positif ketimbang tidak ada pembicaraan sama sekali atau saling mengancam akan berperang, menekan tombol nuklir.

 
 


(FJR)