Tiongkok Ingatkan AS dan Korut untuk 'Tidak Bermain Api'

Willy Haryono    •    Jumat, 11 Aug 2017 08:53 WIB
korea utaranuklir korea utara
Tiongkok Ingatkan AS dan Korut untuk 'Tidak Bermain Api'
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan pemimpin Korut Kim Jong-un. (Foto: AFP/KCNA)

 Metrotvnews.com, Beijing: Tiongkok mengingatkan Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) untuk "tidak bermain api" di tengah meningkatnya ketegangan antar kedua negara tersebut. 

Kantor berit nasional Tiongkok mendesak adanya dialog antara Washington dengan Pyongyang, setelah Presiden AS Donald Trump bertekad melepaskan "api dan kemarahan" jika Korut tidak menghentikan ambisi misil dan nuklir. 

Korut menganggap ancaman Trump sebagai "omong kosong" dan meneruskan rencananya meluncurkan empat misil balistik jarak menengah ke arah Guam, negara tempat berdirinya instalasi militer AS. 

Surat kabar China Daily, Jumat 11 Agustus 2017, menyebut "retorika mengancam dari Pyongyang tidak dapat dianggap remeh" karena teknologi misil nuklirnya berkembang dengan cepat di tengah pengawasan internasional dan penerapan serangkaian sanksi. 

Editorial China Daily mendeskripsikan "serangkaian perang kata-kata antara Pyongyang dengan Washington" sebagai sesuatu yang "menyeramkan." 

"Aksi saling tunjuk ini menyedot kedua negara ke pusaran ketidakpercayaan dan permusuhan, yang merupakan rintangan terbesar untuk menyelesaikan krisis," lanjut editorial itu. 

Peran Tiongkok

Menurut Beijing, yang perlu digarisbawahi dari ketegangan di Semenanjung Korea ini adalah jangan sampai terjadi konflik bersenjata.

Situasi yang tak terkendali atau bahkan percikan yang tidak disengaja dapat memicu konflik berbahaya. 

China Daily menyerukan Korut untuk menghentikan program misil balistik dan nuklir, dan juga meminta AS serta Korea Selatan menunda latihan militer gabungan. 

Mitra dagang terbesar Korut, Tiongkok dianggap AS sebagai negara krusial untuk menghentikan krisis di Semenanjung Korea.

Trump pernah berkata Tiongkok sebenarnya dapat dengan mudah menghentikan semua ini. Namun Trump menuding Beijing tidak berbuat apa-apa. 




(WIL)