Malaysia akan Hapus Hukuman Mati untuk Kasus Narkoba

Willy Haryono    •    Rabu, 09 Aug 2017 12:04 WIB
eksekusi mati
Malaysia akan Hapus Hukuman Mati untuk Kasus Narkoba
Ilustrasi eksekusi mati. (Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pemerinta Malaysia mengumumkan rencana menghapus hukuman mati untuk kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. 

Kabinet Malaysia sepakat mengubah undang-undang Dangerous Drugs Act of 1952 yang mengatur hukuman mati untuk pengedar narkoba. Perubahan ini masih tetap harus disetujui parlemen. 

Asosiasi Pengacara Malaysia menyambut baik pengumuman ini. Namun mereka menilai seharusnya "hukuman mati disingkirkan untuk semua kasus kejahatan. Hukuman mati tidak memiliki tempat di masyarakat yang menjunjung tinggi nyawa manusia, keadilan dan pengampunan."

Sekitar 800 orang di Malaysia menanti hukuman mati atas beragam kejahatan terkait narkoba. Belum jelas apakah mereka semua nantinya akan dieksekusi atau tidak. 

"Kami menyambut baik langkah ini karena vonis mati adalah bentuk mengerikan dari sebuah hukuman," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Malaysia, Shamini Darshini Kaliemuthu, seperti dilansir Asian Correspondent, Rabu 9 Agustus 2017. 

"Walau penghapusan ini terbatas hanya untuk kasus narkoba, tapi perlu diapresiasi sebagai langkah awal menuju penghapusan total," sambung dia. 

Sejauh ini Malaysia menjatuhkan hukuman mati untuk kasus narkoba, pembunuhan dan terorisme. Di bawah rancangan perubahan ini, sejumlah kejahatan brutal masih tetap akan diancam hukuman mati. 

Laporan Amnesty pada 2016 menunjukkan bahwa Malaysia berada di urutan sepuluh dunia dari 23 negara dalam jumlah orang yang dieksekusi mati. 

Pengumuman terbaru muncul beberapa pekan setelah seorang warga Malaysia dieksekusi mati di Singapura atas kasus narkoba.


(WIL)