Indonesia Diminta Sampaikan Pesan ke Korut untuk Jaga Perdamaian Kawasan

Sonya Michaella    •    Jumat, 19 May 2017 09:32 WIB
indonesia-jepang
Indonesia Diminta Sampaikan Pesan ke Korut untuk Jaga Perdamaian Kawasan
Dubes Jepang Masafumi Ishii dalam peringatan hari Angkatan Bersenjata Jepang yang ke-63 (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Jepang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Indonesia. Namun, di samping itu, Indonesia juga memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara (Korut).
 
Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Amerika Serikat adalah tiga negara yang sangat menentang program nuklir Korut. Salah satu uji coba peluncuran nuklir Korut bahkan pernah ditujukan ke Laut Jepang. Perdana Menteri Shinzo Abe pun sangat mengecam ini.
 
Ia menilai peluncuran rudal itu sebgai provokasi mengkhawatirkan yang melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB. "Sangat mungkin bahwa mereka (Korut) akan melakukan tindakan provokasi lain," kata Abe, kala itu.
 
Peluncuran rudal itu akan memicu kecaman dari dunia internasional mengenai program senjata yang dikembangkan.
 
"Kami tidak bisa melarang sebuah negara untuk mempunyai hubungan diplomatik dengan negara lain. Begitupun Indonesia yang punya hubungan diplomatik dengan Korut," kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, ketika ditemui di Hotel Indonesia, Kamis 18 Mei 2017.
 
"Namun, setidaknya Indonesia bisa menyampaikan pesan kepada Korut agar menciptakan kawasan yang damai," lanjut dia.
 
Peluncuran tersebut dilakukan oleh Korut menjelang pertemuan Amerika Serikat (AS) dan China, April lalu, di mana Pyongyang akan menjadi yang dibahas oleh pemimpin kedua negara itu. Kementerian Pertahanan Korea Selatan bahkan menyebutkan bahwa rudal itu melesak hingga 60 kilometer.
 
Kecaman untuk Korut
 
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras uji coba misil balistik yang kembali dilakukan Korut pada Minggu kemarin. 
 
DK PBB menekankan pentingnya komitmen dari Korut untuk melakukan denuklirisasi melalui tindakan nyata. Pernyataan dari DK PBB ini ternyata didukung oleh China, yang merupakan sekutu dari Korut.

(Baca: Tiongkok dan DK PBB Kecam Uji Coba Misil Balistik Korut).
 
Menurut Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres tindakan ini lagi-lagi melanggar resolusi DK dan mengancam perdamaian dan keamanan kawasan.
 
Dilansir Strait Times, Selasa 16 Mei 2017, para perwakilan negara anggota PBB menuntut agar Korut berhenti untuk melakukan uji coba misil balistik.
 
Tampaknya, ini menjadi peringatan terakhir untuk Korut sebelum ada sanksi baru yang diadopsi. Dalam pernyataan DK PBB tersebut, semua negara anggota, termasuk Tiongkok didesak untuk menjatuhkan sanksi kepada Pyongyang.  

 


(FJR)