Indonesia Kecam Uji Coba Nuklir Korut yang Sebabkan Gempa Seismik

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 04 Sep 2017 07:46 WIB
rudal korut
Indonesia Kecam Uji Coba Nuklir Korut yang Sebabkan Gempa Seismik
Kim Jong-un dikabarkan sedang memeriksan kesiapan bom hidrogen, kemarin. (Foto: AFP/KCNA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Korea Utara (Korut) kembali melakukan uji coba senjata nuklir berupa bom hidrogen, kemarin, Minggu 3 September 2017. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam aksi Korut yang dianggap bisa membahayakan stabilitas dan keamanan dunia.

Pernyataan Kemenlu yang diterima Metrotvnews.com, Senin 4 September 2017 menyatakan tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi-resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait.

"Indonesia mengecam uji coba senjata nuklir (bom hydrogen) Korea Utara tanggal 3 September 2017 yang merupakan uji coba ke-6 sejak tahun 2006," demikian dikutip dari pernyataan Kemenlu.

Uji coba bom nuklir ini nyatanya melepaskan berbagai materi radioaktif ke berbagai kawasan yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan populasi dunia. Tentunya, sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Anti Tes Senjata Nuklir (CTBT), Indonesia menentang keras hal ini.

"Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Anti Tes Senjata Nuklir (CTBT) berkomitmen untuk mendorong terciptanya dunia yang aman dari segala bentuk tes dan ledakan senjata nuklir," sambung Kemenlu.

Stabilitas di Semenanjung Korea kembali diserukan. Indonesia juga mengajak negara lain untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian, termasuk dengan mewujudkan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Sementara itu, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya aktivitas seismik tak lazim yang berpusat di Korut. Dari keterangan yang dikeluarkan BMKG kemarin, sebanyak 166 sensor seismik yang digunakan BMKG dalam menganalisis parameter kegempaan menunjukkan adanya sebuah “pusat gempa” dengan kekuatan M=6,2 terletak pada koordinat 41,29 LU dan 128,94 dengan kedalaman 1 km tepatnya di wilayah Negara Korea Utara.

Tak hanya BMKG, sejumlah lembaga pemantau gempa dunia lainnya, seperti Amerika Serikat (USGS), Jerman (GFZ), dan Eropa (EMSC) juga mencatat aktivitas seismik yang tak lazim ini yang juga berpusat di Korea Utara.

"Berdasarkan karakteristik rekaman seismogramnya diketahui bahwa gelombang seismik yang terekam diperkirakan bersumber dari sebuah ledakan besar di kedalaman dangkal," ujar BMKG.

Karenanya, BMKG menduga uji coba bom nuklir hidrogen memengaruhi aktivitas seismik tidak wajar ini.

 


(WIL)