Ribuan Warga Taiwan Protes RUU Pernikahan Gay

Willy Haryono    •    Kamis, 17 Nov 2016 18:07 WIB
pernikahan pasangan sejenis
Ribuan Warga Taiwan Protes RUU Pernikahan Gay
Warga Taiwan pro pernikahan sesama jenis turun ke jalan, 11 Juli 2015. (Foto: REUTERS/Pichi Chuang)

Metrotvnews.com, Taipei: Ribuan warga berunjuk rasa di Taipei dalam memprotes rancangan undang-undang yang tengah digodok pemerintah untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. 

Para pendemo yang berpakaian serba putih memenuhi sebuah ruas jalan di luar gedung parlemen, di mana komite pemerintahan sedang mendiskusikan RUU kontroversial tersebut. 

Pendukung hak asasi homoseksual di Taiwan berharap penuh RUU itu akan diloloskan lewat usaha Partai Progresif Demokrat (DPP), yang menjadi penguasa parlemen Taiwan untuk kali pertama.

Namun kubu yang menolak terus bertambah sejak proposal pernikahan sesama jenis sudah lolos fase awal di parlemen bulan ini. 

Meski Taiwan dianggap bersikap progresif dalam banyak isu, namun paham Konfusianisme masih mengakar kuat di tengah masyarakat, yang terlihat dari terjaganya nilai-nilai tradisional seperti kesetiaan keluarga dan hierarki sosial. 

David Tseng, juru bicara grup koordinator unjuk rasa, The Happiness of the Next Generation Alliance, mendukung kesetaraan hak gay untuk menjalin hubungan. Namun mereka menilai pernikahan harus terjadi hanya antara pria dan wanita. 

"Kami berbeda dengan Barat. Dalam budaya Timur, kami menghormati peran seorang ayah dan ibu. Ini nilai yang harus kita jaga," ujar Tseng kepada AFP, Kamis (17/11/2016). 

Tseng menyerukan adanya referendum mengenai isu pernikahan sesama jenis di Taiwan. Ia menilai RUU dibahas tanpa melibatkan partisipasi masyarakat. 

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mendukung kesetaraan pernikahan dan dia mengaku akan menghormati keputusan apapun yang diambil parlemen.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA