Keluarga Korban MH370 Lobi Menteri Malaysia di Australia

Arpan Rahman    •    Minggu, 22 Jan 2017 14:33 WIB
misteri mh370
Keluarga Korban MH370 Lobi Menteri Malaysia di Australia
Seorang anggota keluarga dari korban MH370 menangis sebelum menghadiri pertemuan di Beijing, Tiongkok, 18 Januari 2017. (Foto: AFP/FRED DUFOUR)

Metrotvnews.com, Perth: Keluarga dari penumpang yang hilang dalam penerbangan Malaysia Airlines dengan nomor poenerbangan MH370 berencana mengirim surat pribadi kepada Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai saat dia mengunjungi Australia. 

Mereka mendesak Liow melanjutkan pencarian MH370, yang sudah resmi ditangguhkan beberapa waktu lalu. Pencarian hanya bisa dilanjutkan kembali setelah adanya bukti kuat lokasi pesawat.

Liow mengadakan pembicaraan informal dengan Menteri Transportasi Australia Darren Chester di ibukota Australia Barat Perth, Minggu 22 Januari. Pertemuan terjadi lima hari setelah kedua menteri dan mitra Tiongkok menangguhkan perburuan pesawat yang sudah berlangsung tiga tahun.

Jet Boeing 777 menghilang pada Maret 2014 dalam perjalanan ke Beijing dari ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, dengan 239 orang di dalamnya. Lenyapnya pesawat menjadi salah satu misteri penerbangan besar dunia.

Voice370, kelompok yang mewakili keluarga para awak dan penumpang, berkata perwakilan mereka akan memberikan surat kepada Liow.

"Kami ingin mereka melanjutkan pencarian. Mereka tidak bisa membiarkan ini," kata Danica Weeks, juru bicara Voice370 berbasis Australia seperti dikutip Reuters, Minggu (22/1/2017).

Baca: Akhir Tragis Kisah MH370

Chester dan Liow akan menyambut kapal pencari pesawat itu, Fugro Equator, kembali ke Fremantle pada Senin 23 Januari. Kembalinya kapal menandai akhir operasi pencarian yang telah menjelajahi 120.000 kilometer per segi daerah dasar laut Samudera Hindia.



Malaysia Janjikan Hadiah

Malaysia, Australia, dan Tiongkok sepakat pada Juli lalu untuk menangguhkan pencarian berbiaya USD145 juta jika pesawat itu tidak ditemukan. Atau jika bukti baru yang mungkin menawarkan petunjuk mengenai keberadaannya tidak ditemukan, setelah kawasan itu dijelajahi.

"Keputusan tiga pihak untuk menangguhkan pencarian lantaran tidak adanya bukti baru yang terpercaya, yang mengarah ke lokasi tertentu dari pesawat, itu tidak bisa dianggap enteng," kata Chester dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Australia tidak mengesampingkan kemungkinan dihidupkannya kembali pencarian MH370 di masa mendatang. Pemerintah Malaysia menjanjikan hadiah jika pesawat ditemukan sebuah perusahaan swasta yang kredibel.

Malaysia memegang tanggung jawab utama atas pencarian karena Malaysia Airlines terdaftar di sana. Pesawat ini diduga jatuh di barat Australia, membuat Negeri Kanguru di zona maritim merasa turut bertanggung jawab.

Dua belas dari 239 orang di dalam di pesawat adalah kru. Menurut manifes penerbangan, selebihnya adalah 152 penumpang Tiongkok, 50 Malaysia, tujuh Indonesia, enam Australia, lima India, empat Prancis, dan tiga Amerika Serikat (AS).


(WIL)