Korut Klaim Siap Serang Balik Provokasi AS

Willy Haryono    •    Jumat, 16 Sep 2016 13:13 WIB
perang korea
Korut Klaim Siap Serang Balik Provokasi AS
Menlu Korut Ri Yong-ho dalam sebuah pertemuan di Venezuela, 15 September 2016. (Foto: AFP/JUAN BARRETO)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Korea Utara (Korut) mengklaim siap "menyerang balik" Amerika Serikat (AS) yang melakukan provokasi serius di Semenanjung Korea. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Korut di tengah meningkatnya ketegangan usai uji coba nuklir kelima oleh Pyongyang. 

"Kami siap melancarkan serangan balik terhadap provokasi musuh-musuh kami," Menlu Korut Ri Yong-ho dalam sebuah pertemuan Non-Aligned Movement di Venezuela, seperti dikutip AFP, Kamis (15/9/2016). 

Peringatan dilontarkan Korut setelah dua pesawat bomber supersonik AS terbang di Korea Selatan pada Selasa 13 September. AS mengirim dua pesawatnya sebagai peringatan dan unjuk kekuatan terhadap Korut yang melalukan uji coba nuklir kelima pekan lalu. 

Ri menegaskan uji coba nuklir dibutuhkan untuk melawan "ancaman" dari Washington

"Merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan oleh Republik Demokratik Rakyat Korea untuk menggunakan opsi senjata nuklir untuk melindungi keamanan nasional dari ancaman konstan AS," tutur Ri melalui seorang penerjemah. 

Ia menambahkan uji coba nuklir adalah bagian dari kebijakan pertahanan yang "sah" untuk mengantisipasi kekuatan militer AS di semenanjung. 


Personel militer AS di pangkalan udara Korsel. (Foto: AFP)

Pasukan AS masih berada di Korsel sejak Perang Korea (1950-1953), yang berakhir dengan gencatan senjata. Karena belum adanya perjanjian damai, secara teknis Korsel dan Korut masih berada dalam status perang.

Saat ini, terdapat sekitar 28 ribu personel AS yang bersiaga di Korsel. 

Dua pesawat B-1B Lancer terbang di langit Korea Selatan pada Selasa, seiring dengan "komitmen tak tergoyahkan" dari Washington untuk melindungi sekutunya dari ancaman Korut yang melakukan uji coba nuklir kelimanya pekan lalu. 

AS menyebut pengiriman dua pesawat itu sebagai "contoh kecil dari kapabilitas penuh militer" Negeri Paman Sam. Korut melabeli aksi AS tersebut sebagai upaya "menciptakan peluang melancarkan serangan nuklir." 


(WIL)