Myanmar Terjunkan Pasukan ke Perbatasan Bangladesh

Arpan Rahman    •    Selasa, 11 Oct 2016 17:24 WIB
konflik myanmar
Myanmar Terjunkan Pasukan ke Perbatasan Bangladesh
Seorang petugas penjaga perbatasan bersiaga di desa Maundaw, Rakhine, Myanmar yang berbatasan dengan Bangladesh, 10 Oktober 2016. (Foto: AFP/STR)

Metrotvnews.com, Yangon: Myanmar meningkatkan pengamanan di wilayah mayoritas Muslim dekat perbatasan Bangladesh. Otoritas setempat memburu para penyerang yang menewaskan sedikitnya sembilan polisi pada akhir pekan kemarin.

Seperti dilansir Business Insider, Senin (10/10/2016), petugas meyakini etnis minoritas Muslim Rohingya melancarkan tiga serangan terpisah di daerah perbatasan. Pada saat itu, para penyerang merampas lebih dari 50 senjata dan ribuan peluru dari pos-pos polisi perbatasan. 

Sembilan polisi tewas, satu hilang, dan lima luka-luka. Delapan penyerang tewas dan dua ditangkap.

Etnis Rohingya, yang sebagian besar tak diakui dan ruang geraknya dibatasi pemerintah, adalah mayoritas di negara bagian Rakhine.

Pihak berwenang di kota Maungdaw telah mengumumkan perpanjangan aturan, yakni melarang pertemuan lima orang atau lebih dan memberlakukan jam malam mulai pukul 19:00 sampai pukul 6:00.

Media pemerintah mengatakan, militer -- yang dikenal sebagai Tatmadaw -- menurunkan pasukan ke Rakhine dengan menggunakan helikopter. Foto-foto di media sosial menunjukkan truk-truk penuh infanteri bergerak menuju lokasi.

Serangan pada 9 Oktober tercatat sebagai yang paling mematikan di Rakhine sejak 2012, dalam konflik antar Rohingya dan Buddha yang menewaskan banyak orang serta membuat ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. 

Konflik di Rakhine telah memicu ratusan ribu Rohingya mengungsi ke berbagai negara dunia, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Sebagian besar dari mereka tidak dianggap sebagai warga negara oleh Myanmar dan nasionalis Buddha. Rohingya hanya dianggap sebagai pendatang gelap dari Bangladesh.


(WIL)

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

5 hours Ago

OKI diharapkan aktif menghimpun kekuatan negara-negara lain di dunia untuk menghentikan tindakan…

BERITA LAINNYA