Menelisik Relasi Indonesia dan Jepang

Sonya Michaella    •    Rabu, 30 Nov 2016 19:41 WIB
indonesia-jepang
Menelisik Relasi Indonesia dan Jepang
Wadubes Jepang untuk Indonesia Kozo Honsei dalam acara kuliah umum di Pusat Kebudayaan Jepang Universitas Indonesia, Depok, Jabar, 30 November 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Depok: Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang akan merambah ke usia 60 pada 2018 mendatang. Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei mengutarakan bahwa hubungan kedua negara saat ini sangat dekat.

"Bagi Jepang, Indonesia merupakan mitra yang sangat penting. Apalagi kemarin saat G7, Perdana Menteri Shinzo Abe mengundang Presiden Joko Widodo untuk hadir, walaupun Indonesia bukan anggota G7," ucap Honsei di kuliah umum di Pusat Kebudayaan Jepang Universitas Indonesia, Depok, Rabu (30/11/2016).

Hubungan yang dibangun sejak tahun 1958 ini, dikatakan Honsei sangat kooperatif di berbagai bidang.

"Kami bersama-sama mendukung demokrasi yang membangun. Ini ditunjukkan dengan keikutsertaan Jepang dalam Bali Democracy Forum, memberantas perubahan iklim dan mendukung kemerdekaan Palestina," ucapnya.

Dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan pun terlihat cukup stabil dan meningkat setiap tahunnya. Ini ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan Jepang yang ada di Indonesia.

"Indonesia merupakan mitra yang sangat penting di empat sektor unggulan, yaitu transportasi, industri, industri kayu dan tekstil," ungkap pria juga yang pernah menjadi konselor Kedutaan Besar Jepang di Indonesia pada 2003 ini.

Honsei berharap, menuju ke 60 tahun lamanya hubungan Indonesia dan Jepang, semakin banyak lagi kerja sama yang ditingkatkan atau adanya kerja sama baru yang dibentuk.


Kedubes Jepang di Jakarta. (Foto: AFP)

Jepang dan ASEAN

Sebagai mitra wicara ASEAN, Jepang pun sejalan dengan misi dan visi ASEAN, yaitu mengedepankan stabilitas, perdamaian dan keseimbangan di kawasan.

"Kami bekerja sama dengan ASEAN tentu sejalan dengan misi dan visinya di kawasan Asia. Dengan ASEAN, sejumlah sektor kami pun meningkat," ungkap Honsei.

Menurut Honsei, terbukanya kerja sama antara Jepang dan ASEAN menjadi wadah bagi Jepang untuk mempromosikan sektor-sektor kerja sama Jepang kepada negara-negara anggota ASEAN.

"Selain itu, Jepang dan negara-negara ASEAN juga bisa bertukar budaya, walaupun rumpun kami sama, yaitu Asia, namun bertukar ragam budaya akan lebih baik. Pertukaran pelajar antara Jepang dan negara ASEAN juga jadi jalan untuk tingkatkan sektor pendidikan," papar Honsei.

Jepang, Indonesia dan Pendidikan

Ketertarikan warga Indonesia akan budaya dan kultur Jepang sangat tinggi. Dibuktikan dengan banyaknya acara berbau Jepang yang diselenggarakan di Indonesia, misalnya saja cosplay dan Japan Festival.

"Indonesia merupakan peringkat keenam dengan murid terbanyak di universitas-universitas Jepang. Saya lihat di Indonesia, juga sangat banyak universitas yang membuka program studi Bahasa dan Sastra Jepang," ucap Honsei.

Honsei pun berharap agar ada peningkatan pelajar yang menimba ilmu di Jepang, begitu pun sebaliknya. Tercatat hingga 2016 ini, sebanyak 1.010 pelajar Indonesia bersekolah di Jepang, sementara sebanyak 3.854 pelajar Jepang, bersekolah di Indonesia.

Andini, seorang mahasiswi Universitas Indonesia jurusan Sastra Jepang, mengaku mulai menyukai kebudayaan dan kultur Jepang saat dirinya masih di sekolah dasar.

"Dari SD itu aku sudah suka baca komik dan nonton kartun Jepang. Mungkin awalnya itu ya, jadi keterusan suka Jejepangan," kata Andini kepada Metrotvnews.com.

Selanjutnya, ia mengaku serius untuk mendalami kebudayaan, terutama sastra Jepang. Dari situ lah, ia bertekad jika kuliah nanti ingin menekuni sastra Jepang.

"Dulu inginnya kuliah di Jepang langsung, tapi nggak dapet beasiswanya. Coba-coba di sini (Universitas Indonesia), eh masuk sastra Jepang. Dari SMA, memang aku sudah sedikit-sedikit les bahasa Jepang," tuturnya lagi.

Andini pun berharap, sejalan dengan kuliahnya yang memasuki semester lima, ia mengincar beasiswa untuk sekolah di Jepang.

"Pengen banget untuk tahu secara nyata di Jepang bagaimana, tradisinya, makanannya, budayanya. Ini juga lagi coba-coba daftar ke program beasiswa," pungkasnya.


(WIL)