Pemerintah Thailand Dukung Sanksi Sosial bagi Penghina Kerajaan

Sonya Michaella    •    Rabu, 19 Oct 2016 12:04 WIB
raja thailand
Pemerintah Thailand Dukung Sanksi Sosial bagi Penghina Kerajaan
Pemerintah Thailand dukung sanksi sosial bagi penghina raja (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Bangkok: Pemerintah Thailand mendukung diberikannya sanksi sosial kepada warga yang menghina kerajaan atau Raja Thailand, Bhumibol Aduyadej.

"Tidak ada yang lebih baik untuk menghukum penghina kerajaan atau raja dengan adanya sanksi sosial," kata Menteri Kehakiman Thailand, Paiboon Koomchaya, seperti dikutip AFP, Rabu (19/10/2016).

Pernyataan ini muncul di tengah maraknya kasus main hakim sendiri oleh warga Thailand kepada orang-orang yang dituduh menghina kerajaan dan raja.

Pasalnya, sebuah video yang disiarkan langsung di Facebook menjadi viral di mana sejumlah orang dan memukuli seorang pria. Setelah itu, mereka memaksa pria tersebut sujud dan meminta maaf di depan foto Raja Bhumibol.

"Ini dilakukan para warga yang anti monarki. Pemerintah harus tegaskan hal ini kepada mereka," ujar seorang warga.

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha meminta warga Thailand untuk tidak membuat video-video yang membahayakan.

"Saya meminta kerja sama dari masyarakat untuk tidak membuat apalagi menyiarkan video dan pesan yang menyakitkan kerajaan," tegasnya.

Padahal, pemerintah Thailand sudah mengeluarkan peringatan dua hari setelah raja wafat, yaitu melarang warga Thailand berbicara buruk atau mengkritik kerajaan dan Raja Bhumibol.

Begitu pun dengan media Thailand, stasiun televisi nasional maupun biro stasiun televisi internasional serta media online Thailand diminta untuk menyiarkan warna hitam putih.

Penyiaran dengan warna hitam putih ini ditetapkan untuk 30 hari ke depan. Konten-konten yang disiarkan juga dibatasi oleh pemerintah.

 


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA