50 Tahun ASEAN

ASEAN Harus Lindungi Hak-Hak Pekerja Asing

Sonya Michaella    •    Kamis, 13 Jul 2017 17:06 WIB
asean
ASEAN Harus Lindungi Hak-Hak Pekerja Asing
Pekerja Indonesia yang ditampung di KBRI Singapura (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjadi kawasan penerima serta penyumbang tenaga kerja asing, ASEAN diharapkan bisa mengelola sebuah kesepakatan untuk melindungi para tenaga kerja asing tersebut, terutama yang berasal dari kawasan ASEAN.

(Baca: ASEAN, Pengirim Sekaligus Penerima Tenaga Kerja Asing).
 
"Tantangan global yang ada saat ini memaksa ASEAN harus bekerja secara cepat untuk melindungi para tenaga kerja asal dari 10 negara ini," kata Profesor Fakultas Politik Universitas Filipina, Jorge Tigno dalam simposium 50 Tahun ASEAN di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.
 
Ia memaparkan, sebenarnya ASEAN telah beberapa kali membuat kesepakatan terkait, di antaranya Bangkok Declaration pada 1999, Bali Process pada 2002, Vientiane Action Programme pada 2004 dan yang terakhir, ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of Rights of Migrant Workers di 2007 silam.
 
"Empat deklarasi ini berisi kesepakatan untuk melindungi hak-hak para pekerja asing, terutama yang upahnya masih agak kecil," lanjutnya.
 
Tigno beranggapan, 10 negara ASEAN ini harus bekerja bersama-sama untuk melindungi hak-hak para pekerja asing.
 
Yang ditakutkan, situasi pekerja asing di sejumlah negara ASEAN ini akan menciptakan ketegangan baru di wilayah ini sendiri.
 
"Tidak dipungkiri, di wilayah kita pun masih ada kekerasan terhadap pekerja asing. Selain itu, ada juga pekerja kita yang membuat kekacauan, misalnya tindakan kriminal," ungkap dia lagi.
 
Negara anggota ASEAN juga harus menyadari bahwa kesejahteraan ASEAN juga disokong oleh para pekerja asing tersebut. 
 
"Kerja sama antara masyarakat ASEAN terkait hal ini juga bisa membantu pemerintah masing-masing negara untuk lebih berkonsentrasi pada isu pekerja asing," pungkas dia.

(FJR)