Tokoh Lintas Agama Minta Kekerasan di Rakhine Dibawa ke ICC

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 07 Sep 2017 17:06 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Tokoh Lintas Agama Minta Kekerasan di Rakhine Dibawa ke ICC
Tujuh poin yang disampaikan IRC Indonesia dalam pernyataan bersama mereka mengenai isu Rakhine (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Inter-Religious Council Indonesia (IRC Indonesia) menyatakan sikap mereka untuk korban kekerasan di Rakhine, Myanmar. 
 
Dalam pernyataannya, mereka meminta pelaku tindak kejahatan kemanusiaan dibawa ke Mahkamah Kejahatan Internasional atau International Crime Court (ICC).
 
Dipimpin Din Syamsuddin, para tokoh lintas agama yang terdiri dari Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mewakili Islam, Wali Umat Buddha Indonesia (Walubi), perwakilan masyarakat Hindu dan perwakilan masyarakat Konghucu.
 
Ada tujuh poin yang disampaikan IRC Indonesia dalam pernyataan bersama mereka. Pertama, IRC Indonesia mengecam keras tindak kekerasan atas etnis Rohingya di Myanmar.

(Baca: Memaknai Maraton Diplomasi Kemanusiaan untuk Pengungsi Rakhine).
 
Tindakan kekerasan tersebut dinilai sangat tidak sesuai dengan ajaran agama manapun, khususnya Islam dan Buddha. IRC Indonesia juga mendesak rezim yang berkuasa di Myanmar untuk segera menghentikan tindak kekerasan tersebut.
 
"Pulihkan hak-hak penduduk Rohingya di Rakhine State, dengan menghormati hak-hak sipil rakyat, warga negara, serta menciptakan kesejahteraan di kawasan tersebut" ujar Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI di Kantor Center for Dialogue and Coorporation among Civilization (CDCC), Jakarta, Kamis 7 September 2017.
 
Poin keempat, yang dibacakan perwakilan dari Walubi, Philip Wijaya, yaitu menyerukan ke segenap umat beragama untuk menolak dan mencegah masalah Rohingya masuk ke Tanah Air. Pasalnya, banyak yang menyalahkan umat Budha bahkan di Indonesia atas kasus yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar.
 
Para tokoh lintas agama ini juga menyatakan dukungan atas upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan komunikasi dengan pemerintah Myanmar guna mencari solusi terbaik. Mereka juga mendesak ASEAN, OKI dan PBB untuk melakukan langkah cepat, tepat dan efektif untuk menghentikan tindak kekerasan di utara Rakhine.
Di poin terakhir, para tokoh agama ini menyerukan agar pelaku tindak kejahatan kemanusiaan dilaporkan ke Mahkamah Kejahatan Internasional.
 
"Poin ketujuh, terhadap pelaku tindak kekerasan luar biasa atas kemanusiaan, agar diajukan ke Mahkamah Kejahatan Internasional atau ICC," tutur mereka.
 
Hadir dalam pengumuman pernyataan bersama ini mewakili Islam Din Syamsudin, Anwar Abbas dan Muhyidin Jumadi. Mewakili Buddha Philip Wijaya dan Bhikku Cihajaya, Hindu diwakili Nyoman Udayana dan Konghucu oleh Uung Sendana.

 


 


(FJR)

Bersama Membantu Rohingya

Bersama Membantu Rohingya

1 hour Ago

AUNG San Suu Kyi oleh dunia internasional sesungguhnya dinilai memiliki semua prasyarat yang diperlukan…

BERITA LAINNYA