RI Dorong OKI untuk Bekerja Sama Selesaikan Krisis Rakhine

Sonya Michaella    •    Senin, 11 Sep 2017 17:59 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingyaktt oki
RI Dorong OKI untuk Bekerja Sama Selesaikan Krisis Rakhine
Wapres RI Jusuf Kalla hadiri KTT OKI Pertama mengenai Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi, di Astana, Kazakhstan. (Foto: ANTARA/Setwapres-Syamsu Millah)

Metrotvnews.com, Astana: Indonesia terus mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bekerja sama mencari penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.

Di samping itu, Indonesia berkomitmen untuk terus mengatasi krisis kemanusiaan di Rakhine State tersebut, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan masyarakat internasional.

Berbagai usulan Indonesia tersebut pada akhirnya telah dimuat dalam dokumen "OIC Chairman’s Summary Report of the Meeting of Heads of State and Government on the Rohingya Muslim Community in Myanmar" yang disahkan oleh para anggota OKI di sela-sela berlangsungnya KTT OKI Pertama mengenai Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi, di Astana, Kazakhstan, 10-11 September 2017.

Indonesia terus mendorong seluruh negara, termasuk negara anggota OKI untuk melakukan pendekatan konstruktif dan mengajak negara OKI untuk lebih mengedepankan bantuan nyata untuk membantu seluruh penduduk di Rakhine State, serta membantu seluruh pihak di Myanmar untuk menyelesaikan root causes dari situasi yang dialami kelompok Rohingya tersebut.

Seperti keterangan tertulis dari Kantor Sekretariat Wakil Presiden RI, Senin 11 September 2017, delegasi Indonesia di KTT ini dipimpin oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir.

Selain memuat berbagai usulan Indonesia tersebut di atas, Dokumen OKI yang awalnya digagas oleh Presiden Turki, selaku Ketua OKI periode 2016-2019, juga telah memuat berbagai posisi negara-negara OKI mengenai situasi yang dialami oleh kelompok Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Terkait hal ini, Indonesia mendorong OKI untuk menerima usulan strategi Indonesia untuk penyelesaian masalah Rohingya melalui pendekatan "4+1", yaitu mengembalikan stabilitas dan keamanan; menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan; perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama.

Lalu, pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan ditambah satu elemen lainnya adalah pentingnya agar rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State yang dipimpin oleh Kofi Annan dapat segera diimplementasikan.

 


(WIL)