Korsel Dilaporkan Latih Pasukan Khusus untuk Bunuh Kim Jong-un

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 31 Aug 2017 09:48 WIB
korsel-korut
Korsel Dilaporkan Latih Pasukan Khusus untuk Bunuh Kim Jong-un
Korsel dikabarkan latih pasukan khusus untuk bunuh Kim Jong-un (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Seoul: Korea Selatan (Korsel) dilaporkan melatih pasukan khusus mereka untuk mencari dan membunuh pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan penasihat dekatnya jika perang Korea dimulai.
 
Strategi ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan Korsel untuk menjadi ofensif bila mendapat serangan dari Pyongyang. Laporan ini dikeluarkan berdasarkan sebuah dokumen pemerintah.
 
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dilaporkan menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk melakukan rencana militer jika Korut 'menyinggung' mereka dengan rudalnya.
 
"Militer Korsel harus siap untuk secepatnya beralih ke posisi ofensif bila Korea Utara melakukan provokasi yang melintasi garis atau menyerang wilayah ibu kota," ujar Moon, seperti yang dilaporkan surat kabar Chosun Ilbo, dilansir dari laman Independent, Kamis, 31 Agustus 2017.
 
Kabar tersebut mencuat lantaran saat ini militer Seoul dan Washington tengah melakukan latihan gabungan. Pihak berwenang menyebutkan latihan gabungan ini untuk pertahanan jika terjadi serangan oleh Pyongyang.
 
The Ulchi-Freedom Guardian merupakan operasi tahunan yang sebelumnya melibatkan pelatihan misi darat dan laut. Sekitar 17.500 tentara Amerika Serikat (AS) mengambil bagian dalam latihan ini.
 
Namun, para ahli perang menyimpulkan, latihan gabungan ini memiliki misi khusus, yaitu membidik kepala Kim Jong-un, atau paling tidak menangkapnya.
 
Korea Selatan, di bawah kepemimpinan Moon Jae-in, mencoba untuk berdamai dengan Korea Utara. Sayangnya, hal ini ditolak Pyongyang.
 
Menurut mereka, dekatnya Seoul dengan Washington menjadi penghalang perdamaian di Semenanjung Korea.
 
Ancaman Korut di Semenanjung Korea
 
Korut pada Selasa 29 Agustus melepaskan tembakan rudal ke arah utara Jepang. Rudal itu melintasi wilayah udara Jepang dan jatuh ke Samudera Pasifik.
 
 
Hal tersebut memicu kecaman keras yang diarahkan kepada Korut. Korsel dan Amerika Serikat pun melakukan latihan perang dengan amunisi sungguhan di sekitar Semenanjung Korea.
 
Namun Kim Jong-un menyatakan, jika negaranya bakal meluncurkan lebih banyak lagi rudal yang melintasi atas wilayah Jepang. Pernyataan Jong-un itu dilontarkan, ketika nada ancaman datang dari AS dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
 
Setelah peluncuran rudal terakhir yang telah dilakukan, Trump menyatakan, maka tidak ada kata negosiasi buat Korut. Pastinya perundingan pun tidak ada lagi bagi Korut.
 
Sementara itu, kantor berita Korea Utara menerangkan, jika peluncuran roket dari Korut akan lebih banyak lagi. Wilayah Pasifik yang akan menjadi target di masa mendatang.

 

 
(FJR)