Suu Kyi: Kecaman Global Disebabkan Berita Palsu

Sonya Michaella    •    Rabu, 06 Sep 2017 14:48 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Suu Kyi: Kecaman Global Disebabkan Berita Palsu
Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kuyi. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Nay Pyi Taw: Kecaman dunia internasional kepada Myanmar terkait krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State seakan tak ada habisnya. Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dianggap tak bisa menyelesaikan krisis tahunan ini.

Kini, Aung San Suu Kyi angkat bicara. Ia mengatakan, kemarahan dunia internasional disebabkan adanya berita palsu yang menyebar.

"Kemarahan dunia internasional didorong oleh gerakan dari informasi yang salah dan palsu," kata Suu Kyi, seperti dikutip AFP, Rabu 6 September 2017.

"Pemerintahan kami membela semua orang dan semua etnis di Rakhine," tegas dia.

Pernyataan Suu Kyi keluar setelah dirinya menerima telepon dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kabarnya, Erdogan apa yang terjadi di Rakhine sebagai genosida.

Bentrokan terbaru Myanmar pecah pada 25 Agustus yang lalu. Ratusan, bahkan kini meningkat menjadi puluhan ribu Rohingya telah melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Tak hanya menimpa Rohingya, kekerasan komunal ini juga menimpa populasi Buddha Myanmar, Muslim Myanmar dan Hindu. Hampir 27 ribu orang keluar dari Rakhine sejak bentrokan terjadi.

Puluhan ribu warga Rakhine terpaksa melarikan diri dari rumah mereka sejak kekerasan terbaru meletus. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sudah melebihi 90 ribu. Sementara etnis minoritas lain yang dievakuasi pemerintah Myanmar mencapai 11 ribu jiwa.
 
Kebanyakan para pengungsi berada di pegunungan di negara bagian Rakhine utara, wilayah di mana PBB dan LSM internasional tidak dapat menilai kebutuhan mereka atau memberikan perlindungan serta makanan.

 


(WIL)