Obama Bertemu Duterte usai Kontroversi Ejekan "Pelacur"

Willy Haryono    •    Kamis, 08 Sep 2016 10:38 WIB
ktt asean
Obama Bertemu Duterte usai Kontroversi Ejekan
Presiden Barack Obama (tengah) berdiskusi singkat dengan Presiden Duterte (tidak ada dalam foto) sebelum ASEAN Gala Dinner di Vientiane, Laos, 7 September 2016. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Metrotvnews.com, Vientiane: Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akhirnya bertemu Presiden Filipina Rodrigo Duterte setelah rencana pertemuan keduanya dibatalkan akibat kontroversi ejekan "pelacur."

Beberapa hari lalu, Duterte melontarkan ejekan "anak pelacur" terhadap Obama yang akan mengkritik kebijakan kontroversial dalam memerangi kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang di Filipina. Obama pun membatalkan pertemuan dengan Duterte pada Selasa lalu.

Pertemuan Obama dan Duterte terjadi beberapa saat sebelum sesi makan malam KTT ASEAN di Vientiane, Laos, Rabu (7/9/2016) malam waktu setempat. 

"Mereka bertemu di ruang tunggu, dan mereka adalah dua orang terakhir yang meninggalkan ruangan tersebut. Saya tidak tahu berapa lama mereka bertemu," kata Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay yang ikut ke Laos bersama Duterte. 

"Saya sangat senang pertemuan itu akhirnya terjadi," sambung dia, seperti dikutip AFP

Gedung Putih mengonfirmasi pertemuan kedua pemimpin: "Obama berdiskusi singkat dengan Presiden Duterte sebelum ASEAN Gala Dinner. Diskusi antar keduanya berlangsung hangat."

Obama sempat menyebut Duterte sebagai "pria penuh warna," namun tak lama memutuskan membatalkan jadwal pertemuan resmi. Ia mengaku telah bertanya pada para penasihatnya apakah pada saat itu merupakan waktu yang tepat untuk berdiskusi dengan Duterte. 


Presiden Rodrigo Duterte (tengah). Foto: AFP

Sebelumnya di hadapan media, Duterte geram karena mengetahui Obama akan menyinggung masalah perang narkoba di Filipina, yang telah mengklaim sekitar 3.000 jiwa dalam dua bulan terakhir. 

"Anda (Obama) harus menghormati saya. Jangan hanya melemparkan pertanyaan dan pernyataan. Anak pelacur, saya akan mengutuk Anda di forum itu," ujar Duterte. 

Setelah kubu Obama membatalkan pertemuan, Duterte melunak dan mengaku menyesal telah melontarkan hinaan. Kubu Duterte mengklaim ucapan sang presiden pada saat itu tidak bersifat personal dan sebenarnya ditujukan kepada seorang jurnalis yang bertanya mengenai kemungkinan datangnya kritik dari Obama. 

Pembatalan merupakan pukulan telah bagi hubungan bilateral kedua negara di bidang pertahanan, yang menyebutkan AS dan Filipina harus saling membantu jika terjadi perang. 

Sementara itu Kantor Kepresidenan Filipina mengklaim Duterte akan duduk dengan Obama dalam acara ASEAN Gala Dinner. Namun pada kenyataannya, Obama tidak duduk di samping Duterte.


(WIL)