India-Tiongkok Lakukan Perundingan Nuklir

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 15 Sep 2016 06:08 WIB
nuklir
India-Tiongkok Lakukan Perundingan Nuklir
Ilustrasi Peralatan nuklir milik Rusia -- REUTERS/Yuri Maltsev

Metrotvnews.com, India: India dan Tiongkok melakukan perundingan subtantif untuk menjadi anggota dalam Kelompok Penyedia Nuklir (Nuclear Suppliers Group/NSG), organisasi negara-negara yang menjual-belikan teknologi atom untuk kepentingan sipil.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengaku, tengah berupaya bergabung dengan NSG untuk membiayai proyek pembangunan pembangkit tenaga nuklir senilai miliaran dolar AS tersebut.

Narendra mengatakan, India beralasan bahwa mereka harus berhenti bergantung pada sumber energi fosil yang tidak ramah lingkungan. Namun upaya untuk mendapatkan pengakuan di organisasi beranggotakan 48 negara itu selalu gagal karena penolakan dari Beijing.

Kementerian Luar Negeri India, dalam pernyataan tertulis, mengatakan bahwa kepala negosiator nuklir, Amandeep Singh Gill, telah menyambut kehadiran delegasi Tiongkok yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Chin, Wang Qun.

Perundingan itu membahas sejumlah persoalan bersama yang terkait dengan pelucutan senjata dan non-proliferasi, serta fokus pada upaya India untuk bergabung dengan NSG.

"Perundingan itu berjalan dengan suasana bersahabat, pragmatis, dan subtantif," kata Kementerian Luar Negeri India, seperti yang dikutip Antara, Kamis (15/9/2016).

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam pernyataan terpisah, menanggapi upaya penggabungan diri negara yang bukan anggota Perjanjian Non-Proliferasi merupakan "persoalan baru" bagi NSG.

Tiongkok mengaku terbuka untuk berdialog mengenai hal tersebut, namun belum memutuskan sikap terkait keanggotaan negara yang tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi. Pasalnya, perjanjian tersebut hanya mengakui lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB -- Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Inggris, dan Prancis sebagai satu-satunya pemegang hak untuk mengembangkan senjata nuklir.

Negara-negara lain tidak boleh melakukan hal yang sama.

India sendiri menegaskan tidak akan menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi. Mereka mengatakan bahwa catatan sejarah India seharusnya cukup untuk memperoleh hak keanggotaan penuh dalam NSG.

Sejak tahun 2008, India diperbolehkan untuk terlibat dalam perdagangan nuklir dengan anggota NSG, namun tidak punya hak suara dalam pengambilan keputusan organisasi tersebut.

Sekadar informasi, Salah satu pendukung India untuk masuk ke NSG adalah Amerika Serikat.

 


(Des)