Malaysia Bayar RP939,6 Miliar Jika Pesawat MH370 Ditemukan

Arpan Rahman    •    Kamis, 11 Jan 2018 11:47 WIB
misteri mh370
Malaysia Bayar RP939,6 Miliar Jika Pesawat MH370 Ditemukan
Pencarian terhadap pesawat Malaysia Airlines MH370 akan dilanjutkan (Foto: AFP).

Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia bergerak sekali lagi untuk memburu lenyapnya pesawat jet yang membawa 239 orang. Kali ini dengan bantuan perusahaan eksplorasi laut Amerika.
 
Ocean Infinity, berbasis di Houston, telah ditugaskan oleh Negeri Jiran guna menemukan Malaysia Airlines Flight 370, yang secara misterius raib di atas Samudra Hindia, hampir empat tahun lalu. Bila reruntuhan ditemukan, perusahaan tersebut memperoleh sekitar USD20 juta, dan berpotensi mencapai USD70 juta atau sekitar Rp939,6 miliar, tergantung pada skala pencarian, menurut New York Times. Kalau tidak berhasil, Ocean Infinity tidak akan menerima apapun, sebagai bagian dari kesepakatan.
 
Upaya tersebut diumumkan, pada Rabu 10 Januari 2018, oleh Menteri Transportasi Malaysia. Kapal pemburu Ocean Infinity, The Seabed Constructor, meninggalkan pantai Afrika Selatan sepekan lalu demi menentukan posisi untuk pencarian tersebut, Times melaporkan. Kapal Ocean Infinity dilengkapi delapan kapal selam tak berawak yang memindai dasar laut di kedalaman hampir 6.096 meter.
 
Hilangnya MH370, jenis Boeing 777 yang ditumpangi 239 orang saat lenyap pada Maret 2014, menjadi salah satu misteri terbesar penerbangan. Pemerintah Malaysia, Tiongkok, dan Australia menghabiskan sekitar USD157 juta selama pencarian hampir tiga tahun. 
 
Hanya sedikit keberhasilan berupa temuan puing-puing yang diyakini berasal dari pesawat terbang ini. Mayoritas penumpang pesawat adalah warga Tiongkok, meski 50 lainnya termasuk 12 awak pesawat adalah orang Malaysia. Enam sisanya warga Australia.
 
Kala menerbitkan laporan akhir tentang pencarian awal, Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) pada Oktober mengatakan bahwa hal itu "hampir tidak dapat dibayangkan". "Tidak dapat diterima secara sosial di era penerbangan modern" bahwa pesawat penumpang besar hilang tanpa diketahui nasibnya.
 
Malaysia, yang awalnya secara militer melacak pergerakan pesawat di radar, namun tidak memerintahkan armada jet untuk mencegatnya, mengatakan bahwa pencarian pesawat tersebut tetap menjadi prioritas.
 
"Saya ingin mengulangi komitmen kami yang tak tergoyahkan buat memecahkan misteri ini" kata Menteri Tansportasi Malaysia Liow Tiong Lai, menurut Straits Times, seperti dikutip TIME, Kamis 11 Januari 2018.
 
Ocean Infinity yakin dapat menemukan lokasi jatuhnya MH370 atau dua kotak hitam perekam data di kapal dengan menggunakan data dasar laut geofisika resolusi tinggi dan kapal selamnya, yang disebut sebagai kendaraan bawah air mandiri.



(FJR)