WNI Pembuang Jasad Bayi di Etihad TKW Ilegal

Sonya Michaella    •    Senin, 08 Jan 2018 13:11 WIB
mayat bayi
WNI Pembuang Jasad Bayi di Etihad TKW Ilegal
Pesawat maskapai Etihad. (Foto: AFP/HASAN MROUE)

Jakarta: Polisi kini masih menyelidiki kasus seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang membuang jasad bayi di toilet pesawat Etihad. Sempat beredar kabar bahwa sang ibu melakukan aborsi di atas pesawat.

Penelusuran awal, diketahui bahwa WNI ini adalah TKW yang bekerja di Uni Emirat Arab. Ada kemungkinan potensi yang disampaikan bahwa jasad bayi tersebut adalah hasil dari hubungan gelap.

"TKW ini ternyata tidak berdokumen. Kita sudah cek di database Kemlu dan BNP2TKI, dia ilegal. Berarti dia berangkat secara non-prosedural," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin 9 Januari 2017.

"Begitu kami menerima berita tersebut, kami langsung crosscheck dengan BNP2TKI, dan ternyata memang tidak ada," tegas Iqbal.

Iqbal menyatakan, timnya selalu siap sedia jika dimintai bantuan untuk menangani kasus ini. Namun, kejadian ini terjadi di atas pesawat negara lain, yang berarti menjadi wewenang Uni Emirat Arab. 

Baca: Ibu Jasad Bayi di Pesawat Etihad Menampik Lakukan Aborsi

"Laporannya kan ke Bandara Soetta, jadi yang diperlukan kerja sama pasti dari Polri dan otoritas Uni Emirat Arab," ucap Iqbal lagi.

Saat ini, TKW berinisial H tersebut sudah ditahan dan diinvestigasi polisi bandara. Namun, polisi belum mengungkapkan alasan TKW ini membuang jasad bayinya karena kondisi yang bersangkutan masih lemah.

Sebelumnya, jasad bayi ditemukan di toilet pesawat Etihad Airways yang tengah terparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu, 6 Januari 2018, sore. Bayi tersebut ditemukan petugas kebersihan bandara.

Pesawat Etihad Airways itu terbang dari Abu Dhabi menuju Soekarno-Hatta dengan nomor penerbangan EY-474. Sebelum sampai di Indonesia, pesawat sempat singgah di Bangkok.



(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA