Pesan Perdamaian Menlu Retno dalam Perayaan Natal Kemenlu

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 08:58 WIB
kemenlunatal
Pesan Perdamaian Menlu Retno dalam Perayaan Natal Kemenlu
Menlu Retno Marsudi merayakan Natal di Kemenlu RI (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Perdamaian bukan jatuh dari langit, namun diperoleh karena perjuangan keras dan harus dijaga. Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada para jajaran staf Kementerian Luar Negeri yang merayakan Natal.
 
Menlu Retno mengajak para stafnya untuk terus menyebarkan perdamaian dan kasih. Dua hal tersebut diungkapkan lekat dengan Natal.
 
"Dalam kesempatan baik ini, saya ingin mengingatkan, marilah kita di lingkup kecil keluarga besar Kementerian Luar Negeri, selalu memupuk culture of peace," ujarnya membuka perayaan Natal di Gedung Nusantara Kemenlu, Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.


Menlu Retno Marsudi merayakan Natal dengan stafnya (Foto: Marcheilla Ariesta).
 
Nilai persaudaraan, ujar Menlu Retno, dan juga persatuan harus dikembangkan. Mantan Duta Besar RI untuk Belanda tersebut menambahkan, meski banyak tantangan yang dihadapi Indonesia, namun persatuan dan kesatuan merupakan satu-satunya cara mempertahankan perdamaian.
 
"Hanya satu yang dapat kita lakukan, yaitu dengan persatuan dan hal tersebut, dapat diraih bila kita saling menghormati, berbagi kasih dan cinta damai," imbuhnya.
 
Sebelumnya, Menlu Retno menceritakan mengenai kunjungan Ibu Negara Afghanistan, Rula Ghani, yang melakukan kunjungan ke Istana Bogor, bertemu Presiden Joko Widodo. Sehari sebelumnya, Rula Ghani mengisi seminar mengenai wanita.
 
Dia bercerita mengenai konflik yang sudah terjadi selama 40 tahun di Afghanistan. Dia juga mengutuk keras tindakan perang yang sama sekali tak menguntungkan siapa pun, bahkan malah merugikan semua orang.
 
Acara Natal Kementerian Luar Negeri diawali dengan misa, kemudian dilanjutkan dengan perayaan yang diisi dengan puji-pujian dari murid Taman Kanak-Kanak Kristen Mawar Sharon, dan Paduan Suara Mahasiswa Kawanua Universitas Kristen Indonesia.
 
Tak hanya itu, Heni Purwonegoro juga ikut menyumbangkan tiga lagu dengan empat bahasa, yaitu Inggris, Indonesia, Batak dan Jawa.



(FJR)