Hari Ketujuh Demo Iran, Dubes RI: WNI Aman

Sonya Michaella    •    Rabu, 03 Jan 2018 11:45 WIB
politik iraniran
Hari Ketujuh Demo Iran, Dubes RI: WNI Aman
Salah satu aksi demo di ibu kota Teheran. (Foto: AFP)

Jakarta: Demonstrasi besar-besaran di Iran memasuki hari ketujuh. Hingga saat ini, 450 orang dilaporkan telah ditangkap otoritas setempat dan 21 orang tewas.

Kondisi seperti ini cukup mengkhawatirkan, terlebih bagi warga negara asing yang tinggal di Iran, tak terkecuali Warga Negara Indonesia (WNI).

"Sejauh ini, WNI di Teheran masih aman dan beraktivitas seperti biasa. Pada Tahun Baru kemarin, saya bertemu sebagian WNI untuk memastikan keadaan mereka baik," kata Duta Besar RI untuk Iran, Octavino Alimudin kepada Medcom.id, Rabu 3 Januari 2018.

Sejak awal demonstrasi ini pecah pada Kamis pekan lalu, KBRI Teheran telah mengimbau para WNI untuk waspada dan menjauhi tempat-tempat yang sering digunakan untuk aksi unjuk rasa.

"KBRI Teheran juga siap selama 24 jam penuh untuk melayani pengaduan WNI terkait kondisi di Teheran saat ini," ucap Dubes Octavino.

Ia menambahkan, kota-kota besar tempat berlangsungnya aksi demo seperti Teheran, Qom, Mashhad, dan Isfahan merupakan kota-kota di mana mayoritas para WNI berdomisili. Namun, karena sebagian besar WNI di Iran adalah mahasiswa, mereka dinyatakan aman karena demo tidak dilakukan di dalam kampus. 

"Beberapa kampus di kota-kota tersebut juga mendapatkan pengamanan ketat dari otoritas Iran sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu," imbuh dia. 

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei juga terang-terangan menyalahkan "musuh" Iran karena menyiram bensin di api yang sudah berkobar di negaranya. Musuh yang dimaksud adalah Amerika Serikat.

Bahkan, sebuah kelompok reformis Iran yang dipimpin oleh mantan Presiden Mohammad Khatami menuduh AS mendorong terjadinya kekerasan di Teheran.





(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA