Indonesia dan Inggris Berkomitmen dalam 10 Proyek Kolaborasi Riset

Willy Haryono    •    Rabu, 05 Apr 2017 15:49 WIB
indonesia-inggris
Indonesia dan Inggris Berkomitmen dalam 10 Proyek Kolaborasi Riset
Menristekdikti Mohamad Nasir (kanan) berjabat tangan dengan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik di Kemenristekdikti, Jakarta, 5 April 2017. (Foto: MTVN/Willy Haryono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memperingati satu tahun dana kemitraan Newton UK-Indonesia Science & Technology Fund, pemerintah Inggris dan Indonesia mengumumkan sepuluh proyek kolaborasi riset 

Sepuluh proyek kolaborasi ini mengambil berbagai topik yang relevan dengan pembangunan sosial ekonomi Indonesia. Topik-topik tersebut di antaranya mengenai pangan, energi, kemaritiman, kesehatan, transportasi dan lainnya.

"Inggris dan Indonesia telah berkomitmen dalam pendanaan riset bersama senilai GBP8 juta (setara Rp132 miliar) guna mendanai proyek kolaborasi riset terbaik," ucap Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dalam acara Peringatan Satu Tahun Newton UK-Indonesia Science & Technology Fund di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Senayan, Jakarta, Rabu 5 April 2017. 

Newton Fund telah meningkatkan alokasi pendanaan tahunannya ke Indonesia, dari GBP2 juta menjadi GBP3 juta untuk memperluas berbagai inisiatif bersama kedua negara. 

Saat ini, Inggris terus memprioritaskan pengembangan dalam sektor sains, teknologi dan inovasi. "Karena kami sadar bahwa sains dan inovasi akan menghasilkan solusi bagi berbagai tantangan global," kata Dubes Moazzam.

Moazzam menilai sumber daya yang disalurkan Inggris ke Indonesia di bidang riset dan teknologi merupakan inestasi yang saling menguntungkan kedua negara di masa mendatang. 


Dubes Moazzam di Kemenristekdikti. (Foto: MTVN/Willy Haryono)

British Council, salah satu mitra pelaksana dari Inggris dalam kerja sama riset dengan Indonesia, terus mendorong peningkatan kapasitas keilmuan untuk memastikan hadirnya solusi keilmuan, teknik serta teknologi dalam tantangan yang dihadapi dalam pembangunan. 

Direktur British Council di Indonesia, Paul Smith, mengatakan bahwa penguatan kapasitas keilmuan juga akan menginspirasi dan melatih tenaga kerja terpelajar serta berjiwa wirausaha. Penguatan keilmuan juga menanamkan budaya penentuan kebijakan yang berbasis fakta dalam berbagai lembaga di Indonesia.

"Upaya kolaborasi antara peneliti Inggris dan Indonesia telah menciptakan tatanan baru dalam dunia riset serta menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas keilmuan merupakan hal penting dalam perjalanan Indonesia menuju kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia," ungkap Smith. 

Dari pihak Indonesia, Menristekdikti Mohamad Nasir menyambut baik komitmen kuat Inggris terhadap proyek kolaborasi riset dan teknologi. Senada dengan Dubes Moazzam, Mohamad Nasir menilai riset dan inovasi sebagai investasi untuk membuka banyak potensi yang ada di Indonesia.

"Peneliti akan menjadi aktor utama untuk membuka potensi kekayaan yang dimiliki Indonesia. Hasil penelitian tidak dapat dikategorikan sebagai inovasi hingga hal tersebut digunakan oleh masyarakat luas," ujar Mohamad Nasir.

"Untuk mencapai itu, kolaborasi riset dengan dunia internasional seperti Inggris merupakan jaminan agar Indonesia tidak harus memulai riset dari awal. Secara kolektif, kita dapat menemukan berbagai cara untuk memajukan masyarakat global," sambung dia.


(WIL)