Kunjungi Kamp Pengungsi, PM Bangladesh Berjanji Bantu Rohingya

Arpan Rahman    •    Selasa, 12 Sep 2017 17:06 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Kunjungi Kamp Pengungsi, PM Bangladesh Berjanji Bantu Rohingya
Pengungsi Rohingya berebut bantuan di kamp Kutupalong, Bangladesh, 9 September 2017. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)

Metrotvnews.com, Ukhiya: Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengunjungi sebuah kamp pengungsi yang dipadati ratusan ribu etnis Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Rakhine, Myanmar. 

Hasina meminta Myanmar segera "mengambil langkah konkret untuk mengajak warga negaranya pulang." Ia memastikan akan terus membantu dan mendukung Rohingya hingga hal itu terjadi.

"Kami tidak akan mentolerir ketidakadilan," katanya, dalam sebuah pidato di kamp pengungsi Kutupalong, di dekat kota perbatasan Ukhiya di distrik Cox's Bazar, seperti dikutip Irish Independent, Selasa 12 September 2017.

Senin 11 September, dia mengecam Myanmar -- yang mayoritasnya beragama Buddha -- atas "kekejaman" yang disebutkan telah mencapai tingkat yang sulit dibayangkan. Hasina berkata kepada anggota parlemen bahwa dia "kehabisan kata-kata untuk mengecam Myanmar." Ia juga menambahkan Bangladesh sudah lama memprotes penganiayaan terhadap Muslim Rohingya.

Sedikitnya 313.000 Rohingya membanjiri Bangladesh sejak 25 Agustus, ketika gerilyawan Rohingya dari grup ARSA menyerang pos polisi. Serangan itu ditanggapi militer Myanmar dengan respons keras untuk memburu para militan. 

Baca: Militan Rohingya Deklarasikan Gencatan Senjata di Rakhine

Pembersihan Etnis?

Krisis di Rakhine menuai kritik tajam dari seluruh dunia.

Kepala Agensi Hak Asasi Manusia PBB Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan kekerasan dan ketidakadilan yang dihadapi minoritas etnis Rohingya di Rakhine "tampaknya sebuah contoh dari pembersihan etnis."

Saat ini Kutupalong dan kamp Rohingya lainnya di Bangladesh sudah kelebihan kapasitas.

Pengungsi baru yang datang ke Bangladesh terpaksa tinggal di sekolah, atau berkerumun di permukiman darurat tanpa toilet di sepanjang pinggir jalan atau lapangan terbuka.

Kebutuhan dasar sulit didapat, termasuk makanan, air bersih, dan bantuan medis.

Myanmar sudah sepakat membuka akses bantuan kemanusiaan dari sejumlah negara asing ke Rakhine. Namun penyaluran belum dapat dilakukan karena mekanismenya belum disepakati.

 


(WIL)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

8 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA