RS Indonesia di Myanmar Rampung di Tahap Awal, Meski Air Bersih Sulit

   •    Selasa, 08 Aug 2017 10:58 WIB
indonesia-myanmar
RS Indonesia di Myanmar Rampung di Tahap Awal, Meski Air Bersih Sulit
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Pekerjaan tahap pertama untuk pembangunan rumah sakit Indonesia di Myanmar, masuk ke tahap finalisasi.
 
Namun pembangunan rumah sakit ini bukannya tanpa hambatan. Meskipun pekerjaan tahap pertama ini semula diperkirakan akan berjalan antara dua hingga tiga bulan, tim akhirnya bisa merampungkan pembangunan tahap awal hanya dengan waktu dua bulan
 
"Tetapi sejak dimulai pada 25 Mei 2017 dan meski wilayah ini kerap dilanda hujan lebat, ternyata pada akhir Juli 2017 lalu, pekerjaan pengurukan dan pemagaran lahan RS Indonesia bisa selesai hanya dalam jangka waktu dua bulan," ujar Ketua Tim Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myanmar. Drs Ichsan Thalib, dalam keterangan tertulis MER-C yang diterima Metrotvnews.com, Selasa 8 Agustus 2017.
 
Ada satu permasalahan yang menjadi perhatian dari tim ini. Mereka berupaya mengatasi permasalahan air bersih yang sulit diperoleh di sekitar RS Indonesia.
 
"Air di wilayah ini payau sehingga selama ini masyarakat mengandalkan dan sangat bergantung dari air tadah hujan," jelas Ichsan. 
 
"Keikutsertaan ahli teknik lingkungan dalam misi ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan air bersih yang tidak hanya sangat penting bagi operasional RS Indonesia ke depan namun juga bagi kehidupan masyarakat sekitar baik Muslim maupun Budha," imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Divisi Konstruksi MER-C, Idrus M. Alatas mengungkapkan bahwa agenda penting tim lainnya di Myanmar adalah melakukan persiapan tender untuk pembangunan tahap selanjutnya, yaitu bangunan utama RS Indonesia serta sarana pelengkapnya seperti rumah dokter dan perawat.
 
Lama kunjungan tim untuk menuntaskan sem4ua kegiatan diperkirakan selama lima hari hingga Jumat 11 Agustus 2017 mendatang.
 
Pembangunan RS Indonesia di Myanmar adalah program kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia) yang didukung oleh Pemerintah RI. MER-C kembali mengajak masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam mewujudkan program ini. 
 
RS Indonesia di Myanmar diharapkan dapat menjadi salah satu diplomasi kemanusiaan dalam bidang kesehatan yang dapat mendorong terciptanya perdamaian bagi warga Muslim dan Budha di negara ini.



(FJR)