Truk Tiruan Buatan Rusia Tampil dalam Parade Korut

Arpan Rahman    •    Kamis, 20 Apr 2017 21:18 WIB
korea utara
Truk Tiruan Buatan Rusia Tampil dalam Parade Korut
Truk pengangkut rudal yang tampil dalam parade militer Korut (Foto: Rodong Sinmun).

Metrotvnews.com, Seoul: Truk yang dipakai untuk mengangkut rudal pada parade militer Korea Utara (Korut), pada Sabtu pekan lalu, kemungkinan buatan Rusia.
 
Pyongyang bisa dianggap melanggar kontrak dengan perusahaan Rusia lantaran mengubah tampilan truk buat urusan militer, surat kabar Korea Selatan (Korsel) JoongAng Ilbo melaporkan, pada Kamis 20 April waktu setempat.
 
Truk-truk itu digunakan mengangkut rudal balistik antarbenua (ICBM) milik Korut pada parade tersebut.
 
Seorang pejabat Pemerintah Korsel yang berbicara kepada JoongAng secara anonim mengatakan, bahwa "kendaraan transportasi" yang dipakai mengangkut ICBM diidentifikasi sebagai Taebaeksan-96.
 
"Taebaeksan-96 diciptakan bekerja sama dengan perusahaan Rusia demi tujuan sipil, menggunakannya untuk militer adalah ilegal," kata pejabat tersebut, seperti dikutip UPI, Kamis, 20 April 2017.
 
Menurut harian JoongAng, sebuah panel ahli dari komite sanksi PBB atas Korut yang dibentuk pada Februari menyatakan bahwa truk-truk Taebaeksan serupa dengan rangkaian kendaraan Rusia, sesudah mereka melihatnya dalam sebuah pawai militer pada 2015.
 
Truk tersebut mungkin juga telah digunakan sebagai kendaraan peluncuran bagi uji coba rudal darat-ke-udara KN-06 Korut pada 2 April 2016. Sebuah perusahaan truk asal Rusia mulai bekerja dengan mitra Korut di sebuah pabrik perakitan yang diluncurkan pada 2007, menurut laporan tersebut.
 
Pabrik perakitan mobil Pyongsong mulai membangun sebuah truk berukuran sedang yang disebut Taebaeksan-96, dan kemudian Korut mencontoh model tersebut untuk membuat sebuah bentuk produksi sendiri dari tiruan truk serupa.
 
Antara 2006 hingga 2010, perusahaan truk Rusia meminta mitra Korut "Busen" agar tidak memakai truk yang diproduksi bersama itu untuk kepentingan militer. Namun permintaan tersebut pada akhirnya diabaikan, menurut JoongAng. Busen kemungkinan singkatan dari Choson Busong Company.
 
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menetapkan Resolusi 2270, yang diadopsi pada Maret 2016, melarang pengiriman barang-barang untuk keperluan militer ke Korut. Sebanyak 156 unit "kotak" truk dikirim ke Korut buat diproduksi.
 
Pada Rabu 19 April, Rusia menentang sebuah pernyataan Dewan Keamanan PBB, yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS), bahwa DK PBB akan mengecam tes rudal Korea Utara.
 
"Rusia memperlambat urusan ini, dan tidak jelas mengapa," kata seorang diplomat kepada CBS News. "AS hanya ingin menyampaikan pesan."



(FJR)