Meliput Demo di Maladewa, Wartawan Ditahan

Fajar Nugraha    •    Jumat, 28 Jul 2017 11:31 WIB
jurnalis
Meliput Demo di Maladewa, Wartawan Ditahan
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, New York: Polisi di Maladewa harus berhenti menahan wartawan yang meliput peristiwa kepentingan publik yang signifikan, demikian menurut Committee to Protect Journalists (CPJ).
 
Polisi dengan seketika menawan tujuh wartawan dari saluran televisi swasta Sangu TV dan Raajje TV tatkala mereka meliput sebuah demonstrasi partai oposisi, menurut laporan polisi dan sejumlah media.
 
Polisi di ibu kota Male menawan Adam Janah, Ahmed Riffath, Mohamed Shanoon, dan Abdullah Yameen dari Sangu TV dan wartawan senior Raajje TV Mohamed Wisam, Murshid Abdul-Hakeem, dan kameraman Raajje TV Ahmed Mamdhooh selama lebih dari dua jam Kamis malam 27 Juli. 
 
Ketika itu, mereka mencoba meliput sebuah demonstrasi di luar balai pertemuan Partai Demokratik Zambia untuk merayakan hari kemerdekaan negara tersebut, Maladewa Independent melaporkan. Para jurnalis dituduh menghalangi polisi menyelesaikan tugas mereka, surat kabar itu melaporkan.
 
Hussein Fiyaz Moosa, kepala petugas operasi di Raajje TV, berkata kepada Independent Maldives bahwa polisi menendang Abdul-Hakeem. Dia mengaku kepada CPJ bahwa polisi merusak kamera video wartawan.
 
"Polisi Maladewa menahan tujuh wartawan Sangu TV dan Raajje TV atas tuduhan bahwa mereka menghalangi polisi melakukan pekerjaan mereka, padahal sebenarnya polisi yang menghalangi wartawan melakukan pekerjaan mereka," kata Koordinator Program CPJ Asia Steven Butler dari Washington, dalam keterangan tertulis CPJ, yang diterima Metrotvnews.com, Jumat 28 Juli 2017. 
 
"Pihak berwenang di Maladewa harus membiarkan wartawan melaporkan berita tersebut tanpa halangan atau takut diserang," cetusnya.
 
Petugas kepolisian dan juru bicara kepolisian Maladewa, Ahmed Shifan, mengatakan kepada CPJ bahwa para wartawan tidak "berperilaku secara profesional."
 
"Kami tidak menangkap wartawan," kata Shifan kepada CPJ. "Kami menahan beberapa pendemo saat mereka lari dan sayangnya beberapa wartawan ada di antara mereka," lanjutnya.
 
Yameen satu-satunya jurnalis dari kelompoknya yang dipanggil polisi guna ditanyai mengenai tuduhan penghalangan, kata Shifan. Sementara itu Yameen belum didakwa melakukan kejahatan. Wartawan lainnya tidak akan menghadapi tuntutan pidana apapun, kata Shifan.
 
Ia menambahkan bahwa departemen kepolisian akan mengirimkan laporan mereka ke Dewan Media Maladewa, yang dia sebut sebagai "induk dan badan pengatur media." Dewan tersebut adalah badan yang diatur pemerintah untuk menyelidiki berbagai keluhan dan mengenakan denda bagi wartawan dan media, menurut Maldives Independent.
 
Shifan katakan kepada CPJ bahwa departemen kepolisian telah mengawali penyelidikan internal mengenai perlakuan terhadap wartawan pada demonstrasi.



(FJR)