Indonesia Fokus Menjaga Perdamaian Dunia

Antara    •    Senin, 11 Jun 2018 11:59 WIB
dk pbbindonesia-pbb
Indonesia Fokus Menjaga Perdamaian Dunia
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berada di Afghanistan. Foto: Tim Media Wapres

Tokyo: Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Indonesia mengutamakan penjagaan perdamaian negara-negara dunia dalam menjalankan peran sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Indonesia akan memberikan kedamaian dan perdamaian di seluruh dunia.

"Jadi, atensi (perhatian) Indonesia adalah menjaga stabilitas dan keamanan negara lain," kata  Kalla dikutip dari Antara, di Tokyo, Senin, 11 Juni 2018.

Sejumlah persoalan perdamaian di negara-negara yang sedang berkonflik menjadi perhatian Indonesia, seperti rekonsiliasi semenanjung Korea, Afghanistan, dan Rohingya, Myanmar.

"Pertemuan antara Korea Utara dan Korea Selatan itu satu soal selesai. Upaya kita di Afghanistan kita harapkan juga bisa berjalan baik. Apa yang terjadi di Rohingya itu juga masalah-masalah yang dibicarakan di PBB," jelas dia.

Baca: Palestina jadi Agenda Utama Indonesia di DK PBB

Kalla sebelumnya rutin melobi agar Indonesia terpilih kembali menjadi anggota tidak tetap DK PBB setiap kali hadir dalam sidang Majelis Umum PBB di New York. Lobi itu akhirnya membuahkan hasil.

Menurut Kalla, pemerintah telah bekerja keras sehingga Indonesia kembali dipercaya terlibat dalam proses perdamaian negara-negara dunia.

"Semua bekerja dengan baik, Bu Menlu (Retno Marsudi) dan stafnya itu melobi. Saya juga tentu apabila hadir di PBB itu hampir semua acara-acara, kita hadir untuk melobi negara-negara anggota lain," ujar dia.

Kalla mengatakan Indonesia punya pengalaman terlibat langsung dalam perdamaian dunia dengan mengirimkan kontingen Garuda. Sehingga, ia tak heran perolehan suara Indonesia yang mengalahkan Maladewa dalam pemungutan suara di PBB.

"Kalau di voting itu kan suara negara besar dan negara kecil sama saja. Kalau kita kalah dengan negara besar seperti Jepang, India mungkin ya tidak apa-apa. Tapi kalau kalah dengan Maladewa kan kelewatan. Tetapi Maladewa itu pintar juga, dia mengemukakan karena dia negara kecil maka minta kesempatan," kata dia.





(AZF)