Rohingya Harus Tetap Kembali ke Rakhine

Sonya Michaella    •    Senin, 09 Apr 2018 15:13 WIB
rohingyabangladesh
Rohingya Harus Tetap Kembali ke Rakhine
Pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh (Foto: AFP).

Jakarta: Keluarnya Bangladesh dari Least Development Country (LDC) dan mengukuhkan sebagai negara berkembang disebut tak mempengaruhi kondisi negara ini yang terus menampung Rohingya di Cox’s Bazar.

(Baca: Bangladesh Tak Menganggap Rohingya sebagai Pengungsi).

"Sebenarnya tidak ada hubungannya. Ini kasus yang berbeda. Lebih dari 1,1 juta Rohingya sekarang ada di Bangladesh karena kami memang mau untuk membantu mereka," kata Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia Azmal Kabir, ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin 9 April 2018.
 
"Perdana Menteri kami sangat berbaik hati untuk membuka perbatasan dan menampung Rohingya untuk tinggal sementara di Bangladesh," lanjut dia.
 
Dalam artian, ujarnya, walaupun Bangladesh sudah keluar dari LDC, bukan berarti Bangladesh akan terus menampung Rohingya yang kini telah mencapai hampir 1 juta orang.
 
"Mereka tetap harus kembali ke tempat asal mereka karena Cox’s Bazar didesain bukan untuk ditempati manusia. Kami tentu membantu mereka untuk kembali ke Rakhine," tukas Dubes Azmal.
 
Ia tak menampik jika kehidupan Rohingya di Cox’s Bazar termasuk dalam kategori sengsara. Hal itu juga membuat Pemerintah Bangladesh juga mencari solusi.
 
Salah satu solusinya adalah Bangladesh sempat merelokasi sekitar 100 ribu Rohingya ke tempat yang baru. Namun solusi ini ternyata juga tak menyelesaikan masalah karena tempat yang baru pun kerap dilanda banjir dan serangan gajah liar.
 
Dubes Azmal menambahkan, dalam transisinya dari negara berpenghasilan rendah ke negara berkembang, Bangladesh harus terus bekerja sama dengan Myanmar untuk menyelesaikan masalah Rohingya tersebut.


(FJR)