Mahathir Pertanyakan Tuduhan Balas Dendam dari Putri Najib

Fajar Nugraha    •    Jumat, 06 Jul 2018 15:05 WIB
politik malaysianajib razak1mdb
Mahathir Pertanyakan Tuduhan Balas Dendam dari Putri Najib
PM Malaysia Mahathir Mohamad bantah dendam kepada mantan PM Najib Razak (Foto: Malaysia Kini).

Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad membantah klaim oleh keluarga mantan PM Malaysia Najib Razak bahwa ada balas dendam dari pemerintah.
 
Baca juga: Rekening Putri Najib Dibekukan Usai Bayar Jaminan Ayahnya.
 
Tuduhan itu dilontarkan setelah pembekuan rekening bank mereka yang disampaikan oleh putri Najib, Nooryana Najwa. Keluarga Najib membayar uang jaminan yang ditetapkan oleh pengadilan sebesar 1 juta ringgit Malaysia atau setara Rp3,5 miliar.
 
Mahathir pun menegaskan bahwa pemerintah tidak ikut campur dalam kasus penyelidikan kasus korupsi Najib. Dia mengatakan bahwa jika keluarga Najib percaya apa yang pemerintah lakukan salah, mereka bisa membawa masalah ini ke pengadilan.
 
"Ini adalah tuduhan, dia boleh tuduh apa saja, dia salah. Jika (pembekuan rekeneing ini) salah, mereka bisa membawanya ke pengadilan," tutur Mahathir, seperti dikutip Malaysia Kini, Jumat 6 Juli 2018.
 
"Bagaimana dengan kita? Apa yang dia (Najib) lakukan lebih dari sekarang, kita tidak mengeluh," ucapnya.
 
"Semua teman saya ditolak untuk berteman dengan saya, rekening mereka pun dibekukan. Kami tidak mengeluh," katanya.
 
Pada Kamis 5 Juli, Nooryana Najwa mengatakan bank memberitahu dia bahwa mereka memiliki perintah untuk membekukan akun pribadinya. Hal ini diunggahnya di laman Facebook 'Warga Malaysia untuk Kebebasan Sipil'.
 
Tak hanya rekeningnya saja yang dibekukan. Bahkan rekening putra Nooryana yang masih berusia 10 bulan juga dibekukan. Keluhan yang sama yang disuarakan oleh putra Najib, Datuk Mohd Nizar, dimana rekening banknya juga dibekukan.
 
Namun, wakil komisaris Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) Datuk Seri Azam Baki membantah klaim bahwa rekening bank cucu dari Najib telah dibekukkan.
 
Najib, 64, didakwa di pengadilan pada Rabu, 4 Juli kemarin. Dia diduga menyelewengkan dana negara lewat 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dia juga dituding menyalahgunakan kekuasaan.
 
Meski demikian, Najib mengaku tidak bersalah atas empat tuduhan yang ditujukan padanya.


(FJR)