Menlu: Tidak Ada Negosiasi Rahasia Beri Bebas Visa untuk Israel

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 01 Jun 2018 11:34 WIB
kemenlubebas visapalestina israel
Menlu: Tidak Ada Negosiasi Rahasia Beri Bebas Visa untuk Israel
Menlu Retno Marsudi tegaskan tidak ada hubungan diplomatik Indonesia dan Israel (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan terkait isu pelarangan warga negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke Yerusalem oleh Israel. Menlu menegaskan, pada dasarnya tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel.
 
Baca juga: Pelarangan WNI oleh Israel dan Hak Berziarah di Yerusalem.
 
"Saya ingin memberikan penegasan kembali mengenai politik luar negeri Indonesia, pertama adalah bahwa kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," ujar Menlu Retno, usai Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat 1 Juni 2018.
 
Menlu Retno menegaskan, Indonesia akan terus bersama Palestina dalam perjuangan mereka untuk mendapatkan kemerdekaan dan hak-hak mereka. "Jadi keberpihakan politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina sudah sangat jelas dan saya perlu tegaskan kembali," ucapnya.
 
"Saat ini beredar berita bahwa sejak 2016 ada pertemuan atau negosiasi rahasia yang mengatakan memulai membahas masalah hubungan diplomatik atau bebas Visa antara Indonesia dan Israel. Dalam kesempatan ini saya ingin menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Saya ulangi lagi hal tersebut tidak benar," tegas Menlu perempuan pertama Indonesia itu.
 
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly turut memberikan penjelasan mengenai kasus visa yang berbuntut pelarangan WNI yang ingin berziarah ke Yerusalem. Pihak Kemenlu Israel sebelumnya menyebutkan bahwa per tanggal 9 Juni, pemegang paspor Indonesia tidak bisa masuk ke dalam wilayah Israel.
 
Menteri Yassona membenarkan kabar tentang 53 orang warga negara Israel visanya ditolak. Penolakan ini menimbulkan reaksi balasan dari Israel yang menolak masuk WNI yang akan berziarah ke Yerusalem.

"Itu benar dan itu adalah hasil keputusan kliring harus yang kita lakukan. Alasannya itu tidak dapat kami sampaikan Ini masalahnya sensitif," jelas Menteri Yasonna.
 
"Jadi benar bahwa ada warga negara Israel yang tidak kita berikan visanya dan itu adalah kewenangan kita sebagai negara. Masing-masing negara mempunyai kewenangan dan merupakan kedaulatan negara tersebut untuk menerima visa atau menolak visa negara lain," imbuh Yasonna.
 
"Yang berikutnya adalah Saya mau menegaskan kembali apa yang sudah disampaikan oleh ibu Retno Marsudi tadi bahwa kita tidak pernah membicarakan bahkan berdiskusi tentang bebas visa untuk negara Israel. Karena memang seperti kata Menlu kita tidak punya hubungan diplomatik dengan mereka jadi ingin sangat tegas ini clear and cut soal itu," tuturnya.
 
Mengenai WNI yang tidak masuk ke Israel, Yasonna pun menyebutkan bahwa adalah menjadi hak setiap negara untuk menerima atau menolak visa dari negara warga negara mana pun.

"Jadi dengan sangat menyesal itu adalah kebijakan dari pada Pemerintah Israel dan kita juga punya kewenangan untuk mempunyai hal yang sama dengan menerima atau menolak visa itu keputusan clearing house jadi ini kan termasuk kewenangan kita," pungkasnya.

Baca juga: Pengamat: Tak Ada Unsur Politik Pelarangan WNI ke Israel.
 
Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan  bahwa Yerusalem adalah kota suci milik umat Yahudi, Kristiani dan Muslim. Menag mengharapkan larangan tidak dilakukan oleh Israel.
 
Israel harus memahami bahwa Yerusalem merupakan kota suci bagi penduduk dunia. Menurut Lukman, setiap penduduk dunia seharusnya memiliki hak yang sama mengunjungi tempat suci dan tidak boleh ada larangan untuk melakukan ziarah.


(FJR)