Peniru Kim Jong-Un Siap Ramaikan Pertemuan Korut-AS

Fajar Nugraha    •    Kamis, 07 Jun 2018 18:21 WIB
Amerika Serikat-Korea Utara
Peniru Kim Jong-Un Siap Ramaikan Pertemuan Korut-AS
Howard X peniru dari Kim Jong-Un (Foto: AFP).

Singapura: Ketika dunia menunggu pertemuan bersejarah antara Donald Trump dan Kim Jong-Un, seorang pria yang terkenal karena meniru sosok pemimpin Korea Utara sedang mempersiapkan untuk penampilannya sendiri di Singapura.
 
Peniru Kim yang tinggal di Hong Kong bernama Howard X, akan mengambil bagian dalam KTT alternatif di sela-sela pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Kim, yang dijadwalkan Selasa 12 Juni.
 
Dalam beberapa bulan terakhir, Howard bekerja di sirkuit internasional dan muncul di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang bersama seorang peniru Trump.
 
Di sana dia dihalau oleh polisi setelah menari dan melambai-lambaikan bendera Korea yang bersatu di depan tim pemandu sorak wanita Korea Utara.
 
Howard mengatakan duo ini telah disewa oleh sebuah hotel Singapura untuk memberikan pendapat mereka sendiri mengenai pertemuan penting tersebut.
 
"Tujuan kami adalah mendorong publik untuk mendiskusikan politik melalui sindiran," kata Howard kepada AFP di Hong Kong, Kamis 7 Juni 2018.
 
Namun dia mengakui keluarganya memiliki keraguan tentang jalur karier barunya. "Hal pertama yang mereka katakan adalah 'Jangan terbunuh'," kata Howard kepada AFP.
 
Howard bahkan menjelaskan bahwa ibunya telah mengambil asuransi jiwa untuknya. Lahir di Hong Kong, Howard tumbuh di Australia dan sebelumnya bekerja sebagai musisi.
 
Tapi meniru Kim Jong-Un telah menjadi pekerjaan utama sejak ia mulai bekerja sebagai peniru pada 2012.
 
Untuk mempersiapkan setiap penampilan, Howard, yang mengatakan dia berusia 30-an, menggunakan foundation dan memangkas alisnya, tetapi menghabiskan waktu paling banyak untuk menyempurnakan gaya rambut Kim yang dipercantik dengan banyak semprotan.
 
Di atas panggung ia mengenakan setelan hitam ala Mao Tse-tung dengan pin bendera Korea Utara dan kacamata tebal berbingkai.
 
"Bisa dibilang saya telah diberkati dengan wajah ini," katanya kepada AFP.
 
"Kim Jong-Un adalah presiden seumur hidup, tidak seperti seorang Presiden Amerika, atau perdana menteri lainnya. Untuk itu mungkin karies saya punya yang sangat panjang dan menguntungkan," tuturnya.
 
Howard mengatakan dia sekarang mencari nafkah dengan menjadi Kim melalui pertunjukan, film, dan iklan dan juga menjadi agen untuk orang-orang yang berbeda di Asia.
 
Meskipun profesinya kini memungkinkan bisa membayar tagihan, dia sangat tidak setuju dengan rezim otoriter Kim. "Dia memegang kendali penuh atas populasi, pikiran dan tubuh," pungkasnya.


(FJR)