Korut Diragukan akan Setujui Denuklirisasi

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 07 Jun 2018 13:06 WIB
Amerika Serikat-Korea Utara
Korut Diragukan akan Setujui Denuklirisasi
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (Foto: AFP).

Jakarta: Denuklirisasi akan menjadi pokok pembahasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dalam pertemuan di Singapura. Namun, pencapaian kesepakatan denuklirisasi diragukan.

Pengamat hubungan internasional Universitas Gadjah Mada Nur Rachmat Yuliantoro mengatakan proses denuklirisasi sangat panjang dan membutuhkan political will sehingga tidak mudah tercapai.

"Selama ini Korea Utara berhasil memastikan tidak ada serangan militer ke negeri itu, karena ia memiliki senjata nuklir. Program nuklir adalah penjamin keamanan sekaligus 'napas hidup' negara tersebut," ucap Rachmat kepada Medcom.id, Kamis 7 Juni 2018.

"Sehingga tidak mungkin akan dihentikan, apalagi karena desakan AS," imbuh dia.

Menurut dia, denuklirisasi bisa saja menjadi agenda pertemuan tersebut. "Namun saya ragu bahwa itu akan menjadi kesepakatan, apalagi akan dilaksanakan," tukasnya.

Dia menuturkan pertemuan Trump dan Kim Jong-un di Singapura 12 Juni mendatang tidak akan membawa angin perdamaian di Semenanjung Korea. Rachmat menambahkan Korut tidak akan berhenti dari program nuklir dengan alasan keamanan.

Sementara itu, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah, mengatakan Korut akan mengajukan beberapa syarat sulit untuk dipenuhi AS. "Proses, mekanisme dan waktunya ditentukan oleh Korut sendiri dan tidak ditekan Amerika Serikat. Mereka juga akan menilak segala bentuk kegiatan militer AS yang provokatif di Semenanjung Korea, baik yang dilakukan sendiri atau melibatkan negara lain," katanya.

Dia menambahkan Korut akan melanjutkan riset nuklir. Namun, imbuh dia, hal tersebut akan dilakukan untuk perdamaian dan hal ini harus dipenuhi AS.

"Nuklir untuk perdamaian Korut, terutama sekali yang berhubungan dengan energi dan kesehatan," imbuhnya.

Trump dan Kim dijadwalkan akan bertemu di Singapura pada 12 Juni mendatang. Hotel Capella akan menjadi saksi bersejarah pertemuan kedua pemimpin negara ini.


(FJR)