Mali Ingin Perusahaan Indonesia Bangun 240 Ribu Rumah

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 11 Apr 2018 14:51 WIB
Forum Indonesia Afrika
Mali Ingin Perusahaan Indonesia Bangun 240 Ribu Rumah
Duta Besar RI untuk Mali Mansyur Pangeran, saat ditemui di sela kegiatan Indonesia Africa Forum 2018, di Bali, Rabu 11 April 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Nusa Dua: Pemerintah Mali ingin perusahaan Indonesia membangun 240 ribu rumah di sana. Hal ini mereka ketahui setelah Indonesia, dalam hal ini PT. WIKA, sepakat dengan Aljazair tentang pembangunan 5 ribu rumah.

"Banyak permintaan konstruksi bangunan, mereka butuh 240 ribu rumah. Nah mereka juga mengharapkan perusahaan kita, yang kita akan dorong PT WIKA, untuk membangun di sana," ucap Duta Besar RI untuk Mali Mansyur Pangeran, saat ditemui di sela kegiatan Indonesia Africa Forum 2018, di Bali, Rabu 11 April 2018.

Namun, kata Mansyur, dia masih melihat beberapa kendala untuk pembangunan tersebut. Salah satu kendalanya adalah mengenai persepsi.

Mansyur mengatakan dia ingin meyakinkan para pengusaha tersebut untuk berinvestasi di Afrika, salah satunya Mali.

"Indonesia melihat Afrika masih belum terbuka, menganggap Afrika sebagai suatu masalah, padahal tidak. Kita kalah sama negara tetangga, misalnya Tiongkok, mereka sudah jauh kemana-mana. Kita memang telat, tapi saya sampaikan kalau mereka mau, Indonesia bisa," tukasnya.

Selain infrastruktur, Mali juga ingin agar Indonesia membantu mereka di sistem pertanian. Mereka telah menyediakan lahan kerja sama ini, salah satunya untuk penanaman kapas.

Mali juga ingin Indonesia membantu dalam bidang tekstil. Pasalnya, Mali merupakan salah satu negara penghasil kapas terbesar di dunia dan mereka masih memiliki produksi tekstil yang kurang berkualitas.


(WIL)