Ribuan Warga Filipina Demo Tolak Kedatangan Trump

Sonya Michaella    •    Senin, 13 Nov 2017 13:02 WIB
ktt asean
Ribuan Warga Filipina Demo Tolak Kedatangan Trump
Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa yang menolak kedatangan Donald Trump. (Foto: AFP)

Manila: Kepolisian Filipina menembakkan meriam air dan membunyikan alarm untuk mengusir ribuan pengunjuk rasa yang menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam rangka menghadiri KTT ASEAN ke-31.

Diperkirakan, ada 2.000 pengunjuk rasa yang hadir untuk menolak kehadiran Trump di Pasay City.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan anti-Trump sambil membawa poster bergambar wajah Trump ke jalan utama Manila.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin 13 November 2017, pengunjuk rasa juga membawa spanduk bertuliskan "Trump Pulang Saja ke Amerika" dan "Trump Teroris #1".

Sedikitnya, enam petugas polisi terluka dalam unjuk rasa yang berubah menjadi bentrokan antar pengunjuk rasa dan polisi tersebut.

"Mereka memukul kami dengan tongkat kayu, salah satu rekan saya dilempar batu," kata seorang petugas polisi.

Sementara itu, kelompok Hak Asasi Manusia di Filipina juga sempat mendesak Trump agar berbicara kepada Presiden Rodrigo Duterte soal perang anti narkoba miliknya yang telah menewaskan lebih dari 5.000 orang.

Satur Ocampo, mantan pemimpin pemberontak Komunis dan mantan anggota Kongres yang ikut serta dalam unjuk rasa mengatakan, Trump bisa bersatu dengan Duterte untuk membunuh orang lebih banyak lagi.

"Mereka berada di pikiran yang sama. Duterte membiarkan Trump duduk disampingnya pada makan malam kemarin. Memberi Trump kehormatan," teriak Ocampo.

Saat ini, tengah berlangsung KTT ASEAN ke-31 di Pasay City, Filipina. Duterte telah menyambut kedatangan sembilan kepala negara anggota ASEAN dan sejumlah kepala negara mitrawicara ASEAN, termasuk Trump.


(FJR)