Singkirkan Dua Tokoh Penting, Kim Jong-un Coba Jinakkan Militer

Arpan Rahman    •    Selasa, 21 Nov 2017 20:00 WIB
korea utaranuklir korea utara
Singkirkan Dua Tokoh Penting, Kim Jong-un Coba Jinakkan Militer
Pemimpin Korut Kim Jong-un. (Foto: KCNA)

Pyongyang: Pembersihan sejumlah tokoh militer senior Korea Utara (Korut) menjadi bagian dari permintaan pemimpinnya, Kim Jong-Un. Tujuannya adalah mengurangi pengaruh kuat tentara dan untuk memperketat cengkeramannya terhadap negara tersebut, kata para analis, Selasa 21 November 2017.

Sejak berkuasa pada 2011, pemimpin muda Korut secara brutal menyingkirkan siapapun yang dianggap sebagai tantangan potensial. Ia juga pernah memerintahkan eksekusi terhadap anggota keluarganya sendiri.

Namun sejumlah pengamat mengatakan langkah terbaru Kim kemungkinan bertujuan membatasi pengaruh militer di Korut. Pengaruh yang berkembang di bawah kebijakan Songun dari pendiri negara, Kim Jong-Il.

Kepala dan wakil kepala yang berasal dari militer di Biro Politik Umum, Hwang Pyong-So dan Kim Won-Hong, telah dihukum atas "kelancangan" mereka terhadap Partai Pekerja Korea. 

"Ini adalah permainan Kim Jong-Un yang lain, yang bertujuan memperketat cengkeramannya, dengan menjinakkan militer," Yang Moo-Jin, profesor di University of North Korean Studies, mengatakan kepada AFP, Selasa 21 November 2017.

Kim menyingkirkan kebijakan Songun dan "menegaskan kembali prinsip bahwa partai selalu berada di atas militer," kata Yang.

Profesor Koh Yu-Hwan di Dongguk University menambahkan: "Kebijakan Songun selalu menjadi pedang bermata dua dan Kim sedang menata ulang militer yang tumbuh di bawah kekuasaan ayahnya dan memulihkan sistem dominasi partai."

National Intelligence Service (NIS) mengatakan tingkat hukuman yang dijatuhkan kepada kedua orang itu belum diketahui. Namun anggota parlemen Korsel yang menghadiri pengarahan tertutup mengatakan bahwa mereka mungkin sudah dikirim ke peternakan untuk menerima didikan ulang melalui pekerjaan kasar dan berat.

Hwang pernah dipandang sebagai orang terkuat kedua di Korut. Dia memimpin delegasi tingkat tinggi yang mengunjungi Korsel selama Asian Games Incheon pada 2014. Penampilan publik terakhirnya terlihat pada Oktober.

Kim Won-Hong kembali menjabat awal tahun ini setelah dipecat sebagai menteri keamanan negara atas penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi pada pertengahan Januari.


(WIL)