IABIE Dorong Peningkatan Pelajar Indonesia ke Jepang

Sonya Michaella    •    Sabtu, 13 Jan 2018 19:23 WIB
indonesia-jepang
IABIE Dorong Peningkatan Pelajar Indonesia ke Jepang
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Jakarta: Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) mendorong agar ada usaha peningkatan mahasiswa yang belajar di Jepang. Pendidikan menjadi salah satu bidang kerja sama yang diunggulkan antara Indonesia dan Jepang.
 
Mahasiswa dan pelajar Indonesia ke Jepang memang meningkat dari 2012 sampai 2016. Namun ternyata jumlahnya masih rendah jika dibandingkan dengan Tiongkok dan Vietnam.
 
Hingga 2016, jumlah WNI yang menuntut ilmu di Jepang hanya 1,9 persen dari total mahasiswa asing di Negeri Matahari Terbit tersebut. Sangat rendah jika dibandingkan dengan Tiongkok yang mencapai 41,1 persen dan Vietnam, 22,4 persen.
 
"Dibutuhkan dorongan dan kemudahan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar ke Jepang, dengan cara yang tidak biasa. Misalnya dengan skema offset (imbal beli) yang dijalankan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie," kata Ketum IABIE, Bimo Joga Sasongko, di Kementerian Koperasi dan UMKM, Jakarta, Sabtu 13 Januari 2018.
 
Skema offset ini mencakup transfer teknologi, co-production atau produksi bersama di Indonesia untuk komponen dan struktur, serta fasilitas pemeliharaan dan transfer teknologi dengan mendidik Sumber Daya Manusia.
 
"Sebaiknya pemerintah dua negara memakai kembali 'Habibie Way' terkait perdagangan maupun perjanjian kontrak pembangunan infrastruktur dan proyek lainnya," lanjut dia.
 
Habibie Way memang menekankan transfer of technology dengan mengirimkan SDM untuk belajar dan magang di luar negeri. 
 
"Nantinya mereka juga kembali ke Indonesia. Kalau bekerja di perusahaan Jepang, pasti juga membantu perusahaan untuk berkembang," ucap dia.
 
IABIE menilai, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii sangat mempunyai tugas yang besar untuk mewujudkan kerja sama pendidikan Indonesia dan Jepang.
 
Menurut lembaga pemberi beasiswa ini, bidang pengembangan SDM perlu ditingkatkan, terutama di bidang pembangunan infrastruktur, usaha mitigasi bencana, investasi serta era industri.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA