Insiden Panglima Ditolak Masuk, Dubes AS Kembali Akui Kesalahan

Sonya Michaella    •    Sabtu, 28 Oct 2017 14:42 WIB
panglima tni gatot nurmantyo
Insiden Panglima Ditolak Masuk, Dubes AS Kembali Akui Kesalahan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sempat dilarang masuk ke Amerika Serikat (Foto: Antara).

Metrotvnews.com, Jakarta: Duta Besar Amerika Serikat (AS) Joseph Donovan mengakui bahwa kesalahan administrasi berada di pihak AS, yang menyebabkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo gagal ke AS, pekan lalu.
 
"Kesalahan administrasi ada dari sisi Amerika. Saat kami mendengar masalah ini, kami bisa langsung mengatasinya, namun ternyata terlambat untuk Panglima Gatot berangkat ke AS," kata Dubes Donovan ketika ditemui di @America, Pacific Place, Jakarta, Sabtu 28 Oktober 2017.
 
"Kami sangat meminta maaf dan menyesali adanya kejadian ini dan memastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi," ungkap dia.
 
Sebelumnya, Wakil Dubes AS Erin Elizabeth McKee sudah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri RI untuk menjelaskan duduk persoalannya kepada Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Senin 23 Oktober lalu.
 
Lalu pada 26 Oktober, Dubes Donovan —yang baru kembali dari Banda— langsung menemui Menlu Retno di Kemenlu RI untuk menyampaikan permohonan maaf.
 
 
Insiden penolakan Gatot masuk ke AS berawal dari ia hendak menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization pada 23-24 Oktober di Washington DC. Namun, saat hendak berangkat dirinya ditolak masuk.
 
Hal ini membuat semua pihak geram. Pasalnya, dia mendapat undangan resmi dari rekan dan seniornya, Jenderal Joseph F. Dunford. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Wuryanto menanggapi pelarangan masuknya Panglima TNI ke wilayah Amerika Serikat (AS) oleh US Custom and Border Protection.
 
Pada Sabtu 21 Oktober, posisi Panglima TNI beserta delegasi masih berada di Bandara Soekarno-Hatta dan hendak check-in.
 
Gatot siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates. Namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS. Padahal, saat itu, Gatot dan delegasi sudah mengantongi visa dari AS untuk hadir dalam acara tersebut.



(FJR)