Temui Jokowi, PM Belanda Akan Perkuat Kerja sama Pengelolaan Air

Sonya Michaella    •    Senin, 21 Nov 2016 19:02 WIB
indonesia-belanda
Temui Jokowi, PM Belanda Akan Perkuat Kerja sama Pengelolaan Air
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Belanda April 2016 lalu (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Jakarta: Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte akan mengunjungi Indonesia. PM Rutte akan membahas isu-isu penting dengan Presiden Joko Widodo. 
 
Malam ini PM Rutte sampai di Jakarta. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengungkapkan kunjungan PM Rutte menjadi peningkatan hubungan dua negara. Ini adalah kunjungan balasan saat Jokowi melakukan kunjungan ke Belanda pada 22 April 2016 lalu.
 
"Tentunya akan ada peningkatan antara dua negara dan bagaimana membangun kerja sama di berbagai bidang, terutama ekonomi. Dua negara sangat potensial sekali," tutur Arrmanatha, di Kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Senin (21/11/2016).
 
Kunjungan PM Rutte dinilai sangat penting untuk kelangsungan hubungan bilateral Belanda dan Indonesia. Akan ada beberapa sektor kerja sama yang akan dibahas antara PM Rutte dan Presiden Joko Widodo.
 
"Tentunya beberapa isu menjadi kepentingan kita. Belanda kan memiliki keahlian dalam pengelolaan air, contohnya dalam pengolahan food canal yang jadi kepentingan Indonesia di situ," ungkapnya.
 
Setelah mendarat di Jakarta nanti malam, keesokan harinya, PM Rutte dijadwalkan akan mengunjungi Semarang.
 
"Kita juga melihat bersama upaya dalam memerangi terorisme. Ya itu jadi kepentingan bersama," ucapnya lagi.
 
Sekembalinya dari Semarang, pada malam harinya PM Rutte dijadwalkan akan menghadiri resepsi makan malam dengan para WNI alumni penerima beasiswa dari Belanda di Jakarta.
 
Acara ini juga rencananya akan dihadiri Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Belanda.
 
200 pengusaha turut dibawa oleh PM Rutte
 
Seperti dilansir dari situs Kemlu.go.id, mengawali kegiatannya di Indonesia, pada 22 November 2016 PM Mark Rutte akan lakukan kunjungan khusus ke Semarang, di mana kedekatan sejarah dan budaya kedua negara terefleksikan secara khas di kota tersebut.  
 
Kota Semarang dan kota Demak di Jawa Tengah juga kembangkan kerjasama tata kelola air bersama Belanda untuk menghadapi ancaman banjir. Dalam kerangka kerja sama penanganan terorisme, PM Mark Rutte juga akan kunjungi Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation/JCLEC.
 
Delegasi PM Mark Rutte libatkan tiga orang Menteri, yaitu Menteri Kerja Sama Perdagangan dan Pembangunan, Lilianne Ploumen; Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup, Melanie Schultz; dan Menteri Negara Infrastruktur dan Lingkungan Hidup, Sharon Dijksma.  
 
Delegasi diperkuat dengan kehadiran sejumlah pejabat tinggi pemerintah, kalangan pendidikan, serta 200 pelaku usaha dari 110 perusahaan Belanda yang bergerak di sektor pengelolaan air dan kemaritiman, pengelolaan sampah, kesehatan dan life sciences, serta pertanian.
 
Ketiga Menteri pendamping akan melakukan rangkaian kegiatan dan diskusi dengan sejumlah Menteri Kabinet Pemerintah Indonesia untuk mendiskusikan penguatan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi, infrastruktur, lingkungan dan kemaritiman, serta pengelolaan air. 
 
Belanda adalah mitra komprehensif Indonesia sejak dideklarasikannya Joint Declaration on the Comprehensive Partnership pada tahun 2013.  Belanda merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi Indonesia di Uni Eropa, dengan nilai perdagangan USD4,22 miliar tahun 2015, dan USD 2,46 miliar di paruh pertama 2016.  Belanda juga salah satu investor utama di Indonesia, dengan nilai investasi USD1,31 miliar tahun 2015, dan USD631 juta di semester pertama 2016.



(FJR)