Indonesia-Australia Sepakat Kerja Sama Inovasi Teknologi

Sonya Michaella    •    Selasa, 22 Nov 2016 16:08 WIB
indonesia-australia
Indonesia-Australia Sepakat Kerja Sama Inovasi Teknologi
Direktur Jenderal untuk Inovasi Kemenristek Dikti Dr. Jumain Appe.. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Australia baru saja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI untuk kolaborasi di bidang riset dan teknologi.

Selain itu, ditandatangani pula perjanjian program Applied Research and Innovation Systems in Agriculture (ARISA) yang diimplementasikan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

"Program ARISA dirancang membantu petani kecil di Indonesia Timur dengan meningkatkan pendapatan mereka dengan setidaknya 30 persen melalui berbagai inovasi," demikian bunyi pernyataan tertulis dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Penandatanganan diwakili delegasi Australia yang dipimpin Dr. Andrew Ash dan Direktur Jenderal untuk Inovasi Dr. Jumain Appe.
 
Ruang lingkup MoU antara Direktorat Jenderal Inovasi dan CSIRO mencakup kolaborasi proyek dan program yang dapat memperkuat inovasi, seperti mempromosikan penelitian dan bisnis kemitraan pada sektor publik dan swasta, kontribusi pada perdebatan dan fakta-fakta bagi para pembuat kebijakan.

Pengembangan dan penguatan unit intermediasi, pendidikan, pelatihan dan partisipasi dalam program kerja sama ilmiah dan teknologi tetap ataupun dalam bentuk lain, yang dapat diputuskan secara bersama-sama oleh kedua pihak.
 
Australia bangga dapat bermitra dengan Indonesia dalam mengembangkan inovasi berteknologi. Australia berada di garis depan inovasi global dan berharap dapat tumbuh bersama Indonesia. Kolaborasi diakui merupakan kunci memajukan masyarakat kita melalui inovasi.
 
Melalui kerja sama dengan The Australian Commonwealth and Scientific Industrial Research Organization (CSIRO), di bawah MoU dan Pengaturan Pelaksanaan, Indonesia dapat mengembangkan kapasitas dengan memperkuat inovasi untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan. 

"Kami ingin memanfaatkan keahlian Australia dan membangun kemitraan yang setara melalui kolaborasi bersama untuk mempelajari praktik terbaik dan melakukan proyek bersama," lanjutnya.

Tahun ini akan menandai langkah pertama dari apa yang Australia harapkan dapat menjadi kolaborasi bilateral jangka panjang dan menghasilkan dalam ilmu pengetahuan dan inovasi.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA