Terorisme Marak di Eropa, Pelajar RI Diminta Tak Terlalu Khawatir

Sonya Michaella    •    Selasa, 22 Nov 2016 19:25 WIB
terorisme
Terorisme Marak di Eropa, Pelajar RI Diminta Tak Terlalu Khawatir
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin (kiri) dan Feite Hofman dari Kemendikbud Belanda di Jakarta, 22 November 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Serangkaian aksi teror di beberapa negara di Eropa tak dipungkiri telah menyudutkan umat Islam. Dengan mengatasnamakan Islam, para pelaku beraksi dan menewaskan ratusan orang. 

Kondisi ini membuat pelajar Muslim asal Indonesia yang ingin menuntut ilmu di Eropa merasa sedikit khawatir. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mencoba menenangkan mereka. 

"Tidak perlu takut. Tak ada diskriminasi. Yang di sana juga aman. Tergantung dari membawa dirinya bagaimana," ujar Kamaruddin ketika ditemui di Kemenag RI, Selasa (22/11/2016).

Untuk mendapatkan visa ke Eropa, khususnya ke Belanda, apalagi untuk menuntut ilmu, dikatakan Kamaruddin, hingga saat ini, tak ada kendala berarti.

"So far so good. Enggak ada kendala. Saya juga belum pernah menerima laporan kalau ada kendala dalam pendapatan visa," tuturnya.

Kamaruddin menjelaskan, kerja sama pendidikan dengan Belanda bukan kali pertama diadakan. Pertemuan ini menjadi langkah mempererat hubungan kerja sama yang sudah ada. Apalagi dibarengi kunjungan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte yang akan bertemu Presiden RI Joko Widodo pada Rabu besok.

"Akan ada penelitian bersama antara universitas Islam di Indonesia dengan pemerintah Belanda. Ini bukan pertama. Akan ada bentuk working group bersama juga," lanjutnya lagi.

Menurut penuturan Kamaruddin, bentuknya dapat melalui pengiriman dosen untuk meraih gelar doktor di Leiden, Amsterdam dan perguruan tinggi lainnya.

"Kemudian ada penelitian singkat dalam beberapa bulan, bisa disertasi juga, seminar bersama, workshop terkait dengan banyak hal," katanya.

Tak hanya mengirimkan akademisi dan pelajar Indonesia ke Belanda, Indonesia pun turut mengajak serta para akademisi dan pelajar Belanda untuk mengunjungi Indonesia, bahkan bisa belajar di RI.

"Tak hanya studi Islam yang menjadi poin dalam kerja sama ini, namun juga studi non-Islam," pungkasnya.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA