Australia Tegaskan akan Kembalikan Pengungsi ke Negara Asal

Sonya Michaella    •    Senin, 21 Nov 2016 19:11 WIB
imigran gelap
Australia Tegaskan akan Kembalikan Pengungsi ke Negara Asal
Imigran gelap yang terus berusaha mencari kehidupan lebih baik (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Australia telah mencapai kesepakatan pemukiman negara ketiga lebih lanjut untuk pengungsi yang saat ini berada di pusat-pusat pemrosesan regional.
 
Pengaturan pemukiman kembali sudah disepakati dengan Papua Nugini dan Kamboja, bagi mereka yang ditemukan sebagai pengungsi di Nauru dan Pulau Manus.
 
"Prioritas pemukiman kembali di bawah pengaturan ini adalah untuk mereka yang paling rentan, yaitu wanita, anak-anak dan keluarga," kata Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, seperti keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia yang diterima Metrotvnews.com, Senin (21/11/2016).
 
Sementara, kesepakatan lebih lanjut dengan Amerika Serikat (AS) akan dilakukan ke depannya. Otoritas AS akan melakukan penilaian pengungsi mereka sendiri dan memutuskan siapa yang akan dimukimkan kembali di AS.
 
Para pengungsi perlu memenuhi persyaratan standar untuk masuk ke AS, termasuk melewati pemeriksaan kesehatan dan keamanan. Proses ini akan memakan waktu dan pemukiman kembali akan dilakukan secara bertahap.
 
"Pengaturan ini didukung oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan kami akan terus terlibat dengan UNHCR dalam pelaksanaannya," lanjut PM Turnbull.
 
Australia akan terus mendukung Pemerintah Nauru dan Papua Nugini untuk mengembalikan pengungsi dan pencari suaka harus kembali ke negara asal mereka.
 
Pemerintah Australia juga telah memperkuat aset maritimnya di perairan utara Australia dan meningkatkan kemampuan pengawasan untuk memastikan bahwa setiap kapal yang mencoba untuk datang ke Australia akan terdeteksi dan di putar balik. Di bawah koalisi, perbatasan Australia lebih kuat dari sebelumnya.
 
"Pemerintah bertindak tegas untuk menyelesaikan warisan Partai Buruh dalam hal perbatasan. Hal ini telah jatuh ke Koalisi untuk menghentikan perahu, menutup pusat penahanan onshore dan mengeluarkan anak-anak dari tahanan," ucapnya.
 
Sebagai hasil dari tindakan ini, Australia sekarang dapat mengatasi simbol gamblang lainnya dari kegagalan Partai Buruh, seperti kedatangan maritim ilegal yang berada di pusat-pusat pemrosesan regional di Pulau Manus dan Nauru.
 
Pemukiman di Australia tidak akan menjadi pilihan bagi mereka yang ditemukan sebagai pengungsi di pusat-pusat pemrosesan regional maupun bagi siapa saja yang mencoba untuk melakukan perjalanan ke Australia secara ilegal dengan perahu di masa depan.
 
Kebijakan perlindungan perbatasan Australia tetap konsisten dan tegas. Operasi Batas Kedaulatan akan terus memutar balik usaha penyelundupan manusia di mana hal itu aman untuk dilakukan dan setiap kedatangan maritim ilegal ke Australia akan dikirim ke pusat-pusat pemrosesan regional.



(FJR)